Gubernur Erzaldi Ikut Shalatkan Jenazah HM Arub

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru terlihat melayat mantan Wakil Gubernur Sumsel HM Arub yang meninggal

Gubernur Erzaldi Ikut Shalatkan Jenazah HM Arub
ist
Para pelayat melaksanakan shalat jenazah mantan Wakil Gubernur Sumsel HM Arub yang meninggal dunia Senin (3/12/2018) 

POSBELITUNG.CO-- Gubernur Babel, Erzaldi Rosman dan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru terlihat melayat mantan Wakil Gubernur Sumsel HM Arub yang meninggal dunia Senin (3/12/2018) Pukul 09.30 WIB.

Erzaldi dan Herman berada di rumah Duka Jalan Panahan Blok E Kampus Palembang bersama sejumlah pejabat dan mantan pejabat.

Menurut informasi, jenazah almarhum dikebumikan hari ini di TPU Kebun Bunga Palembang. Jenazah almarhum HM Arub yang dilahirkan di Desa Kayu Arang Bangka pada 16 Agustus 1937 itu disemayamkan di rumah duka di kawasan Jalan POM IX Blok E Nomor 3 Kota Palembang.

Bersama sejumlah kerabat dan para pelayat, Gubernur Erzaldi bahkan ikut menyempatkan diri mengurus serta menyolatkan jenazah HM Arub. Jenazah HM Arub pun dilepas secara kedinasan oleh Pemprov Sumatera Selatan.

Sebelumnya mantan Walikota Pangkalpinang dan Bupati Bangka, HM Arub pernah dirawat Rumah Sakit Siloam Palembang. Bahkan Gubernur Babel Erzadi dan orang tuanya Rosman Djohan serta Sekda Babel Yan Megawandi sempat menjenguk Arub di Palembang pada Minggu (14/10/2018) lalu.

Menurut Erzaldi, dirinya pribadi dan masyarakat Babel merasa turut berduka cita serta kehilangan atas wafatnya HM Arub.

“Kita merasa sangat kehilangan sekali karena almarhum merupakan tokoh pejuang dan pembangunan di Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Bangka tak terlepas dari sosok almarhum HM Arub,” ujar Erzaldi pada Senin (3/12/2018).

Lebih jauh Erzaldi menyatakan, bagi dirinya almarhum HM Arub bukan hanya tokoh atau pemimpin di Bangka Belitung namun merupakan sahabat baik dari orang tuanya yang mantan Walikota Pangkalpinang dan Sekda Bangka, Rosman Djohan.

“Almarhum merupakan sahabat baik ayahanda saya,” tukas Erzaldi.

Masih kata Erzaldi dirinya mengenal almarhum HM Arub sejak dirinya masih kecil dahulu karena sering berinteraksi.

“Saya sering ikut ayahanda saya rapat-rapat dan bertemu almarhum. Sehingga secara tidak langsung karakter kepemimpinan dalam diri saya itu saya dapatkan atau belajar dari almarhum juga. Ini membuat saya merasa beruntung dapat bertemu sekaligus berkenalan dengan Pak Arub,” ungkap Erzaldi.

Seperti diketahui, Arub pria bersahaja ini lahir di Desa Kayuarang Bangka pada 16 Agustus 1937. Ia merupakan anak tunggal dari pasangan HM Saleh dan Hj. Pinot. Perjalanan hidup Arub memang panjang dan berliku. Sekolah Rakyat (SR) mampu diselesaikan Arub selama enam tahun (1947-1953).

Dari kelas I sampai dengan kelas III ia belajar di desanya dan kelas IV sampai dengan kelas VI sudah pindah menuntut ilmu di Kotamadya Pangkalpinang. Kemudian Arub remaja melanjutkan pendidikannya di SMEP Pangkalpinang (1953-1956) dan menamatkan pendidikan di sekolah lanjutan atas (SMA) tahun 1956-1959 di Yogyakarta. Setelah itu ia melanjutkan pendidikan guna meraih gelar sarjana hukum di Fakultas Hukum Universitas Gadja Mada Yogyakarta yang terkenal itu.

Berbagai jabatan pernah diemban oleh HM Arub. Mulai dari Bupati Bangka, Walikota Pangkalpinang, Asisten II Setwilda Tingkat I Sumatera Selatan hingga Wakil Gubernur dan Ketua DPRD Sumatera Selatan. Di masa perjuangan pembentukan Provinsi Babel, HM Arub tercantum sebagai Pembina/Pelindung di dalam Presedium Perjuangan Pembentukan Provinsi Babel. (Irwanto/Humas dan Protokol Pemprov Babel)

Editor: khamelia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved