Kisah Hana yang Berjuang Ingin Melahirkan Dibawa Menggunakan Sampan

Hana (26) warga Dusun Pulau Nangka, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah harus menggunakan sampan untuk bisa mendapatkan proses persalinan

Kisah Hana yang Berjuang Ingin Melahirkan Dibawa Menggunakan Sampan
Istimewa Ali
Hana (26) warga Dusun Pulau Nangka, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah harus di bawah menggunakan sampan untuk bisa mendapatkan proses persalinan anak keduanya, pada Senin (3/12/2018) pagi. 

POSBELITUNG.CO-- Hana (26) warga Dusun Pulau Nangka, Kecamatan Sungaiselan, Kabupaten Bangka Tengah harus menggunakan sampan untuk bisa mendapatkan proses persalinan anak keduanya, pada Senin (3/12/2018) pagi.

Ia dibantu dengan bidan dusun setempat, diangkut menggunakan sampan untuk mencapai Desa Tanjung Pura, sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Pangkalpinang.

Kondisi ini, dia alami karena tidak adanya alat transportasi yang layak serta memadai untuk membantu warga yang sedang sakit itu.

Ali mantan Kadus Pulau Nangka, menceritakan Hana ibu satu anak ini, ingin melahirkan, pada Senin (3/12/2018) pagi, walaupun kandungannya baru berusia tujuh bulan, warga dan bidan setempat bersama sama membantu membawa pasien Hana dengan alat seadanya melintasi perairan.

"Dia mau melahirkan di kampung, tetapi karena Polides di kampung tidak bisa menanganinya dia ada penyakit lain, sehingga kami bawah ke rumah sakit di Pangkalpinang, untuk menjalani operasi," jelas Ali kepada wartawan, Senin (3/12/2018).

Ali menambahkan, warga yang membantu Hana bersama- sama mengangkutnya menggunakan kain, yang dimasukkan kayu untuk mengangkat Hana dalam posisi terbaring menuju dermaga.

Setelah sampai di dermaga, kemudian ia dibawa menggunakan kapal sampan dengan ukuran lebar 1 meter dan panjang 8 meter dengan mesin tempel 8 PK, dengan jarak tempuh dari Pulau Nangka ke Tanjung Pura 30 menit.

"Sebenarnya bisa lima menit kalau ada kapal cepat, tetapi karena tidak ada, jadi hanya menggunakan kapal kayu milik warga," katanya.

Habis Kerasukan

Ali, warga yang ikut membantu Hana, mengatakan bahwa sebelum ia ingin melahirkan, Hana sempat kerasukan dan melompat lompat, pada Minggu malam tadi, sehingga diduga akibat itu mengganggu janin yang ada di dalam rahim sang ibu.

"Dia itu kandungannya masih tujuh bulan, namun semalam dia kerasukan dan loncat -loncat, sehingga paginya dia mau melahirkan, jadi kita bawah lah dengan alat transportasi seadanya, karena di sini tidak ada ambulan dan kapal cepat untuk merujuknya," jelasnya.

Kondisi darurat yang terjadi di Dusun Pulau Nangka, sering dialami oleh warga di kampung tersebut, tidak adanya ambulan dan kapal cepat untuk mengangkut warga, sehingga tidak jarang mereka harus bergotong royong membantu, apabila terdapat warga mereka yang mengalami sakit keras.

"Kita di sini tidak ada alat transportasi yang layak untuk mengangkut warga bila sakit, jadi bila ada warga sakit, kita bawa menggunakan kapal warga, harapan kita ya tentunya ada kapal yang layak serta cepat untuk mengantar, serta ada juga mobil ambulan untuk membawa pasien," harapnya. (Bangkapos/Riki)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Kisah Hana, Warga Pulau Nangka yang Ingin Melahirkan Dibawa Menggunakan Sampan

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved