Pasien Narkoba Dominan Pecandu Zat Adiktif, 39 Direhab

Berdasarkan data, dari 36 pasien tersebut didominasi pecandu narkoba zat adiktif seperti komix, lem sampai pada bensin.

Pasien Narkoba Dominan Pecandu Zat Adiktif, 39 Direhab
(Dok.Pribadi/Ari 'PADI')
Gitaris PADI, Ari Tri Sosianto atau Ari 'PADI', diabadikan usai menjalani proses rehabilitasi di Rumah Sakit Kecanduan Obat (RSKO) Cibubur pada 19 Juli 2015 lalu. 

TANJUNGPANDAN, POS BELITUNG - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Belitung melalui lembaga rehab instansi pemerintah (LRIP) sudah melakukan rehabilitasi para pecandu narkoba sebanyak 39 orang semenjak Januari lalu hingga Senin (3/12).

Berdasarkan data, dari 36 pasien tersebut didominasi pecandu narkoba zat adiktif seperti komix, lem sampai pada bensin.

"Kalau di Belitung ini dominan pecandu zat adiktif seperti obat batuk, lem dan bensin yang sudah kami kirim ke Klinik Napza, RSJ Sungai Liat," ujar Kasi Rehabilitasi BNNK Belitung Andi Kustiawan saat ditemui posbelitung.

Selain LRIP, juga terdapat lembaga rehab komponen masyarakat seperti yayasan yang sudah pernah menampung pasien narkoba dan rumah sakit swasta serta klinik.

Khusus di wilayah Kabupaten Belitung lembaga di luar LRIP yang menangani pasien narkoba yaitu Klinik Bhakti Timah terdapat tiga orang.

"Sampai sekarang klinik pratama sudah menangani pasien 29 pasien, Puskemas Tanjungpandan dan Puskesmas Tanjung Binga masing-masing satu orang dan Puskesmas Simpang Rusa dua orang.
Jadi kalau ditotal seluruhnya 39 orang ditambah klinik tadi," katanya.

Ia mengatakan LRIP terdapat empat unit mulai dari klinik pratama milik BNNK Belitung dan beberapa puskemas yang sudah melakukan kerjasama seperti Puskesmas Tanjungpandan, Tanjung Binga dan Simpang Rusa.

Menurutnya untuk pukesmas lainnya masih diperlukan peningkatan kemampuan SDM seperti pelatihan bagi dokter dan perawat supaya bisa menangani pasien pecandu narkoba.

Kemudian, baru lah puskesmas akan melakukan kerjasama pertahun dengan BNNK. Selain itu, mereka juga sudah menerima pasien narkoba baik opponent dari BNNK maupun yang datang sendiri.

Andi menambahkan untuk LRIP ataupun lembaga swasta lainnya hanya menangani pasien pecandu narkoba secara rawat jalan. Sedangkan untuk rawat inap atau kategori pasien dengan pecandu berat, BNNK Belitung akan mengirim pasien ke RSJ Sungai Liat tepatnya Klinik Napza.

Halaman
123
Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved