Belum Ada Pembahasan Data Statistik Studi Kelayakan Jembatan Penghubung Sumatera - Bangka

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung, menyatakan sejauh ini pihaknya belum dimintai terkait data statistik studi kelayakan

Belum Ada Pembahasan Data Statistik Studi Kelayakan Jembatan Penghubung Sumatera - Bangka
Bangka Pos/Yudha Palistian
Tampak Depan Gedung Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung. 

Belum Ada Pembahasan Data Statistik Studi Kelayakan Jembatan Penghubung Sumatera - Bangka 

POSBELITUNG.CO, BANGKA -- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bangka Belitung,  menyatakan sejauh ini pihaknya belum dimintai terkait data statistik studi kelayakan jembatan penghubung Sumatera - Bangka.

Demikian dinyatakan oleh Kepala Bidang Statistik Distrubusi BPS Babel,  Taufik,  kepada Bangkapos,  Rabu (5/12/2018) di Kantor BPS Babel.

Sebelumnya rencana Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan melakukan  pra studi kelayakan jembatan penghubung Bangka-Sumatera pada tahun 2019 mendatang.

Taufik membeberkan bahwa pihaknya juga belum membuat data statistik jembatan bahkan dirinya mengetahui info tersebut dari rekan media dan sejauh ini belum ada permintaan dari Pemprov Babel untuk meminta data dari pihaknya mengenai studi kelayakan tersebut.

"Mungkin itu masih pembahasan internal dulu,  tetapi dugaan besar saya study kelayakan serta pembangunan tersebut akan menggunakan jasa konsultan," jelasnya.

Pihak BPS pun menegaskan belum ada membuat data statistik studi kelayakan pembangunan jembatan penghubung Bangka - Sumatera.

"Kita lihat saja kedepannya, apakah ada data statistik yang dibutuhkan. Tetapi sejauh ini belum ada," ungkapnya.

Senada dengan itu,  Badan Pusat Statistik (BPS)  Provinsi Bangka Belitung menyebutkan jumlah penumpang angkutan laut antar pulau dari Babel hingga oktober 2018 sebanyak 10,14 ribu orang.

Berdasarkan data dari BPS Babel menyebutkan sebanyak tiga pelabuhan mengalami peningkatan jumlah penumpang yang berangkat dibandingkan bulan sebelumnya.

"Paling banyak melalui Tanjung kalian sebesar 27,05 persen, Pelabuhan Belinyu sebesar 20,73 persen dan pelabuhan Tanjung pandan yakni 9,32 persen," ujar taufik kepada Bangkapos,  Rabu (5/12/2018) di kantor BPS Babel.

Sedangkan untuk kedatangan penumpang laut,  pada Oktober tercatat sebanyak 10,06 ribu orang.

"Yang paling banyak melalui Belinyu, Pangkalbalam,  dan Tanjung Kalian. Sedangkan Pelabuhan Dendang,  Manggar, Sungaiselan dan toboali tercatat tidak ada kedatangan," paparnya.

Taufik menyatakan jika benar jembatan penghubung tersebut akan dibangun maka akan  sedikit mengurangi perkembangan penumpang angkutan laut serta menopang distribusi pangan yang ada di Babel.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Evan
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved