Kasus Pembunuhan di Belinyu: Pura-Pura Nangis Ternyata Fariansyah Bunuh Istri Sendiri

Padahal saat diberitahu warga soal kematian Sridevi, terdakwa sempat nangis teriak-teriak dan berkata "aku dak percaya devi meninggal secepat itu

Kasus Pembunuhan di Belinyu: Pura-Pura Nangis Ternyata Fariansyah Bunuh Istri Sendiri
Bangka Pos/Fery Laskari
Fariansyah alias Fari (25), mengenakan baju tahanan wana orange nomor empat. Tersangka pembunuh istri sendiri, Sri Devi (34), mengaku perbuatan di hadapan sejumlah wartawan, saat jumpa pers di Mapolres Bangka, Rabu (29/8/2018) petang 

POSBELITUNG.CO-- Ternyata pelaku pembunuhan dan korban pernah tinggal satu atap selama dua bulan di sebuah kontrakan di Jl Bhakti Airjukung Belinyu Bangka. Namun keduanya kemudian pisah ranjang, hingga akhirnya terjadilah pembunuhan ini.

Ironisnya, pelaku, sempat menangis terisak-isak saat diberi kabar kematian korban, yang adalah istrinya sendiri. Padahal faktanya, itu hanya sandiwara. Polisi berhasil mengungkap rekayasa bunuh diri ini, yang kemudian dipastikan sebagai sebuah kasus pembunuhan berencana. Kronologis ini kembali diungkapkan oleh para saksi di persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Rabu (5/12/2018).

Ketika itu, tiga saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Belinyu, RM Yudha Pratama. Saksi pertama, Hasnah, pemilik kontrakan, lokasi penemuan mayat korban. Saksi kedua, Alikha, wanita teman dekat terdakwa pelaku pembunuhan. Sedangkan saksi ketiga, Indra, penyidik kepolisian yang ikut dalam ungkap kasus atau penangkapan pelaku.

Saksi pertama, Hasnah di hadapan Majelis Hakim PN Sugailiat dipimpin Ketua Majelis, Fatimah, Rabu (5/12/2018) menyatakan, bahwa Terdakwa Fariansyah alias Fari (24) dan korban, Sri Devi (34), pernah tinggal bersama, selama dua bulan di kontrakan miliknya di Jl Bahkti Airjukung Belinyu Bangka.

"Kemudian mereka pisah ranjang. Namun korban, Sridevi tetap tinggal sendiri di kontrakan saya," kata Saksi Hasnah, menyatakan hingga akhirnya ia mendapat khabar penghuni kontrakannya tewas mengenaskan, 28 Agustus 2018 dinihari.

Saksi kedua, Alikha di hadapan majelis hakim mengakui, ia merupakan teman dekat Terdakwa Fariansyah alias Fari. Beberapa jam di malam sebelum pembunuhan terjadi, saksi dan terdakwa sempat bertemu dan juga chating via WA, setelah terdakwa pulang ke rumah orangtuanya di Belinyu.

Keesokan hari, setelah pertemuan mereka, Saksi Alikha, mendapat kabar korban, Sridevi mati bunuh diri. Yang lebih mengejutkan lagi, beberapa jam setelah itu, ia diberitahu bahwa korban justru mati karena dibunuh oleh suami sendiri, Terdakwa Fariansyah, teman dekatnya.

"Padahal saat diberitahu warga soal kematian Sridevi, terdakwa sempat nangis teriak-teriak dan berkata "aku dak percaya devi meninggal secepat itu, mengapa devi bunuh diri, padahal aku sayang dengan devi," kata Saksi Alikha, mengutip ucapan Terdakwa Fariansyah, beberapa saat usai penemuan mayat korban.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu, Dede MY didampingi JPU RM Yudha Pratama dikonfirmasi Bangka Pos, Rabu (5/12/2018) menyatakan hal senada.

"Sedangkan saksi lainnya, yaitu Saksi Indra (Polisi) menerangkan, bahwa terdakwa saat awal penyidikan atau pemeriksaan sempat berbelit- belit memberikan keterangan, sejak penangkapan Tanggal 28 Agustus 2018 pukul 14.00 WIB. Terdakwa diperiksa maraton dan tidak mengakui, namun akhirnya pada pukul 01.00 dinihari, besoknya terdakwa akhirnya mengaku telah membunuh korban (Sridevi) dengan berencana," tambah Dede, mengutip pengakuan Saksi Indra.

Pada kesempatan yang sama, JPU Yudha menambahkan, bahwa Saksi Kepolisian, Indra di persidangan menyatakan, sempat menerima laporan korban, sebelum ia ditemukan tewas.

"Menurut Saksi Indra, polisi menaruh curiga kepada Fariansyah, karena dua bulan sebelum perkara pembunuhan ini terjadi, ada laporan dari Sri Devi (korban saat masih hidup), bahwa helm motornya disiram dengan air keras dan yang dicurigai melakukan itu adalah terdakwa," tambah Yudha, mengutip kesaksian Saksi Indra di persidangan yang sama.

Sebelumnya disebutkan, kurang 1x24 jam, kasus kematian Sri Devi (34), Ibu Guru SDN Desa Bintet Belinyu Bangka, terungkap, Selasa (28/8/2018). Dugaan awal guru cantik itu mati bunuh diri. Namun dugaan ini terpatahkan karena ternyata polisi menemukan bukti bahwa korban mati dibunuh. Ironisnya, pelaku justru suami sendiri, Tersangka Fariansyah alias Fari (25), Warga Jl Jenderal Ahmad Yani Kutopanji Belinyu Bangka.

Beberapa jam setelah korban ditemukan tewas, polisi mengamankan suami korban, Fariansyah, yang beberapa waktu lalu diketahui sudah pisah ranjang dengan korban. Pengakuan pelaku, ia nekat menghabisi korban karena cemburu korban dekat dengan pria lain. (bangkapos/ferylaskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved