Wacana Terapkan Parkir E-Tunai, Dishub Belitung Lakukan Analisa

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung, akan tetap melakukan analisa terlebih dahulu, terhadap wacana parkir kendaraan yang menggunakan E-Tunai

Wacana Terapkan Parkir E-Tunai, Dishub Belitung Lakukan Analisa
Pos Belitung/Disa Aryandi
Petugas parkir (rompi hijau), Rabu (5/12/2018) ketika mengatur parkir di Jalan RE Martadina, Tanjungpandan, Belitung 

Wacana Terapkan Parkir E-Tunai, Dishub Belitung Lakukan Analisa

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Belitung, akan tetap melakukan analisa terlebih dahulu, terhadap wacana parkir kendaraan yang menggunakan E-Tunai.

Sistem parkir otomatis itu, rencana akan diterapkan dibeberapa tempat pariwisata di Kabupaten Belitung, menyusul Negeri Laskar Pelangi pada tahun 2019 nanti akan dilakukan pengawasan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Plt Kepala Dishub Kabupaten Belitung Bastiar mengatakan, sebelum melakukan penerapan wacana tersebut, mereka terlebih dahulu harus melakukan pembenahan terhadap kantong - kantong parkir, agar lebih optimal.

Sebab terdapat dua kategori pendapat asli daerah (PAD) parkir tersebut, ristribusi dan pajak parkir.

"Yang jelas kami analisa dulu nanti di tahun depan (2019), kami lakukan pembenahan, habis itu baru bisa dilihat kawasan mana saja yang bisa diterapkan E-Tunai itu. Karena kalau dipinggir - pinggir jalan itu, ada yang jalan milik Provinsi dan Pusat," kata Bastiar kepada Posbelitung.co, Rabu (5/12/2018).

Kata dia, sasaran untuk parkir E-Tunai itu, sangat memungkinkan memang dilokasi yang memiliki kantong parkir, dan kawasan pariwisata seperti Tanjung Pendam.

Dua kriteria itu, sangat mungkin untuk meletakan alat sensor kartu E-Tunai atau menyerupai sistem parkir di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan.

"Kalau di pasar itu, paling dibagian dalam bisa, karena ada kantong parkir nya, dan kantong parkir kita juga tidak banyak dan rata-rata sistem kontrak. Kami akan pelajari dulu sistem nya seperti apa, karena mengubah sistem ini perlu waktu yang cukup panjang," ujarnya.

Lokasi titik parkir di Tanjungpandan sendiri, terletak di Jalan RE Martadinata, Jalan Yos Sudarso, Gang Kimting, Jalan Siburik Timur sebelah kelenteng, Jalan S.Parman, Jalan Veteran depan Barata, jalan Sudirman sebelah puncak, Jalan Sriwijaya, jalan Endek, Bundaran Satam dan Jalan Merdeka.

"Nah kalau misalkan di lokasi barata, bisa menerapkan itu tinggal bagaimana nya nanti, kalau yang didalam pasar agak mudah, nah yang dipinggir jalan ini agak sulit. Yang jelas itu tidak mudah, karena ini non tunai, harus sosialisasi juga terlebih dahulu," ucapnya.

Bastiar berharap, rencana pembangunan foodcourt didepan Galeri KUKM Tanjungpandan yang terletak di Jalan Sriwijaya, pada bagian lantai dasar dibuat kantong parkir.

Tempat itu, sangat dimungkinkan untuk kantong parkir dan penerapan sistem parkir E-Tunai.

"Karena lokasi nya tertutup juga, dan tidak mengganggu jalan raya, di atasnya foodcourt, dibawahnya tempat parkir. Jadi orang yang ingin berbelanja dipasar, parkir disitu dan itu jelas menjadi PAD nanti," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved