189 ASN Pemprov Babel Pensiun dalam 3 Tahun Ini

Para ASN yang akan pensiun ini beragam mulai dari staf, pejabat eselon III, IV dan pimpinan tinggi Pratama.

189 ASN Pemprov Babel Pensiun dalam 3 Tahun Ini
Bangka Pos/Krisyanidayati
Foto bersama para ASN yang memberikan pembekalan dan arahan di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (6/12) 

POSBELITUNG.CO - Sebanyak 189 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang akan dan telah memasuki masa purna tugas periode 2018-2022, dikumpulkan untuk diberikan pembekalan dan arahan di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (6/12).

Para ASN yang akan pensiun ini beragam mulai dari staf, pejabat eselon III, IV dan pimpinan tinggi Pratama. Menjelang purna tugas ini para ASN diminta untuk tetap menjaga motivasi dan semangat dalam melaksanakan kewajibannya sebagai abdi negara.

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Syahruddin meminta 189 ASN Pemprov yang akan pensiun dari 2018-2020 untuk tetap produktif dan lebih banyak melaksanakan ibadah.

Syahruddin menyebutkan, tidak semua ASN yang bisa menyelesaikan pelaksanaan tugas hingga purna bakti, tak jarang bahkan karirnya sebagai ASN harus terhenti di tengah jalan lantaran berbagai persoalan.

"Banyak teman-teman kita yang tidak berakhir sampai purna bakti, bahkan ada yang berakhir di Lapas Tuatunu atau Bukit Semut atau juga sebab lain. Kita harus banyak bersyukur bisa melaksanakan tugas sampai pensiun ini," katanya saat memberikan arahan bagi ASN yang akan purna bakti, di ruang rapat Pasir Padi, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya akan ada banyak perubahan ketika ASN pensiun, baik dari sisi ekonomi, kebiasaan, dan psikologis.

"Pasti banyak perubahan dari aspek ekonomi, kalau dulu jadi pegawai dapat tunjangan jabatan, TPP, kendaraan dinas. Setelah pensiun terkaget-kaget penghasilan sedikit, sedangkan tanggung jawab kita tetap apalagi ada anak yang masih sekolah," katanya.

Tak dapat dipungkiri secara psikologis tak jarang menjadi kecil hati, penghargaan dari masyarakat menjadi berkurang.

"Aspek psikologis kita merasa kecil dan terkucil, penghargaan dari masyarakat juga berkurang yang sedikit banyak akan mengurangi rasa percaya diri, kalau dulunya selalu diprioritaskan duduk di depan setelah pensiun nanti jadi ada perubahan," katanya.

Dari sisi kesehatan juga mulai menurun, jangan sampai tidak beraktivitas lagi karena sudah pensiun dan tidak lagi produktif.

Halaman
12
Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved