KPU Kabupaten Belitung Akomodir Penyandang Disabilitas dalam DPTHP

Tercatat 82 orang tuna grahita di Kabupaten Belitung akan memberikan hak pilihnya dan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP)

KPU Kabupaten Belitung Akomodir Penyandang Disabilitas dalam DPTHP
posbelitung.co/dede s
Suasana rakor yang digelar KPU Kabupaten Belitung bersama Bawaslu Kabupaten Belitung, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial, Disdukcapil serta parpol peserta Pemilu, Kamis (6/12/2018). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tercatat 82 orang tuna grahita di Kabupaten Belitung akan memberikan hak pilihnya dan dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu Serentak 2019 mendatang.

‎Data tersebut disampaikan KPU Kabupaten Belitung dalam rapat koordinasi bersama stakeholder pemda, Bawaslu Kabupaten Belitung serta parpol peserta pemilu.

Pendaftara dilakukan berdasarkan Surat Edaran KPU Nomor: 1401/PL/2.1/SD/1/KPU/XI/2018, terkait perihal pendaftaran pemilih bagi penyandang disabilitas tuna grahita atau mental.

"Jadi kami mengundang Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Sosial serta Disdukcapil sebagai perwakilan pemerintah terkait pendataan disabilitas grahita mental ini," ujar Divisi Data KPU Kabupaten Belitung Rezeki Aris Munzar kepadaposbelitung.co, Kamis (6/12/2018).

Aris menjelaskan 82 orang tuna grahita tersebut akan memberikan hak suaranya di tempat pemungutan suara (TPS) yang akan ditetapkan oleh KPU.

Meskipun sebelumnya pada saat proses pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih, mereka sudah ikut terdaftar. Hanya saja sekarang ini, mereka dikelompokkan menjadi pemilih penyandang disabilitas.

"Makanya rekapitulasi ini bukan hanya tuna grahita saja, tapi juga ada tuna daksa, tuna rungu dan disabilitas lainnya. Kalau dijumlahkan secara keseluruhan itu totalnya 397 orang," kata Aris.

Kemudian, nantinya rekapitulasi pemilih disabilitas tersebut akan ditetapkan bersamaan dengan penyempurnaan DPTHP menuju data bersih.

Ia menjelaskan pihaknya tetap akan mengakomodir pemilih disabilitas sesuai regulasi tiga surat edaran yaitu tentang pendaftaran pemilih bagi penyandang tuna grahita, penyempurnaan DPTHP II dan penyelesaian penyempurnaan DPTHP.

Menurutnya secara teknis, para penyandang tuna grahita akan memilih di TPS dimana mereka terdaftar. Tetapi dalam memilih, nantinya mereka akan didampingi oleh seorang pendamping ketika memasuki bilik suara.

Lalu, pendamping dari pihak keluarga itu harus mengisi formulir yang telah disediakan oleh KPPS setempat.

"Jadi semuanya sama, karena kami hanya menjamin bahwa penyandang tuna grahita tidak kehilangan hak pilihnya. Perbedaannya nanti hanya pada surat suara, jadi menyesuaikan dengan disabilitasnya apakah tuna daksa, rungu ataupun grahita," ungkapnya. (Posbelitung/Dede)

Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved