Pemasaran Homestay di Belitung Dibuat Satu Pintu

Pemasaran atau promosi Homestay di Negeri Laskar Pelangi, bakal dibuat satu pintu di setiap Desa/Kelurahan

Pemasaran Homestay di Belitung Dibuat Satu Pintu
Pos Belitung/Subrata
Homestay yang disiapkan bagi peserta Geobike di Jalan Pelataran Eks PT.Timah, Desa Senyubuk Kelapa Kampit, Belitung Timur. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Kabupaten Belitung Hermanto mengatakan, pemasaran atau promosi Homestay di Negeri Laskar Pelangi, bakal dibuat satu pintu di setiap Desa/Kelurahan. Hal tersebut bertujuanagar pengelola Homestay bisa lebih fokus kepada pelayanan dan penataan.

Pemasaran satu pintu homestay ini, salah satu arahan dari Kementerian Pariwisata. Tentunya sistem yang dipergunakan dalam pemasaran tersebut, teknologi informasi yang melihatkan sumber daya manusia (SDM) di setiap Desa tersebut.

"Jadi nanti ada semacam kerjasama kami dengan Kemenpar dalam pemasaran bersama. Di Desa itu nanti pada tahun depan (2019) akan dibentuk semacam BUMD yang khusus mengelola pemasarannya," kata Hermanto kepada Posbelitung.co, Kamis (6/12/2018).

Sistem seperti ini, sebagai salah satu untuk meringankan beban dan kerja pengelola Homestay. Sehingga mereka tidak perlu memikirkan persoalan pemasaran dan promisi dikemudian hari.

"Pihak Homestay tidak perlu lagi memasarkan sendiri, cukup satu pintu di Desa dimana lokasi homestay tersebut. Sekarang sedang dirancang, dan pihak dari Kemenpar sudah memberikan sosialisasi ke kami," ucapnya.

Namun, kata dia, dalam penerapan sistem tersebut memang harus ada SDM yang paham dengan pemanfaatan teknologi informasi. Sehingga dalam pelaksanaannya bisa berlangsung dengan benar.

"Nah konsen kami nanti, lebih kepada peningkatan SDM itu. Walau bagaimana pun, ini menjadi user nanti dalam pemasaran Homestay di Desa - Desa dan destinasi wisata Desa," ujarnya.

Secara keseluruhan, menurut Hermanto, untuk pengembangan homestay tersebut tetap akan melakukan peningkatan kapasitas. Ini menjadi salah satu konsen Disparekraf, selain dari mengembangkan kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan komunitas pengelola kawasan.

Selain itu, peningkatan terhadap kapasitas Homestay tersebut, dalam memberi pelayanan, fasilitas, dan lebih ditekankan kepada kebersihan.

"Karena walau bagaimana pun, itu lebih utama. Secara keseluruhan penggunaan homestay di Belitung ini terbilang full, ada juga yang tidak terlalu ramai. Tapi untuk di seputaran Tanjung Tinggi dan Tanjung Kelayang itu, sangat lumayan yang memanfaatkan homestay ini," bebernya.

Terutama, lanjut dia, penggunaan homestay ini mayoritas digunakan oleh wisatawan mancanegera (wisman). Satu malam, homestay tersebut rata-rata bisa disewa dengan harga Rp 150.000,-.

"Karena kalau untuk wisatawan asing mereka lebih senang seperti itu (tinggal di homestay), soalnya mereka senang berinteraksi dengan masyarakat secara langsung, dan kearifan lokalnya," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved