Perjuangan 'Pasukan Naga' Benny Moerdani dalam Pembebasan Papua Barat, Sempat Disebut Mustahil

Perjuangan 'Pasukan Naga' Benny Moerdani dalam Pembebasan Papua Barat, Sempat Disebut Mustahil

Perjuangan 'Pasukan Naga' Benny Moerdani dalam Pembebasan Papua Barat, Sempat Disebut Mustahil
istimewa & Repro Majalah Angkasa Juli 2011
Benny Moerdani memimpin Operasi Naga dalam rangka pembebasan Irian Barat 

POSBELITUNG.CO -- Pasca-kemerdekaan 17 Agustus 1945, tepatnya di awal 1960-an terjadi konflik selama dua tahun antara  Indonesia dan Belanda dalam memperebutkan Papua Barat.

Diketahui, saat memproklamirkan kemerdekaan, Indonesia mengklaim seluruh wilayah Hindia Belanda. Termasuk wilayah Papua Barat di dalamnya. Di sisi lain, Belanda justru menganggap Papua merupakan provinsi Kerajaan Belanda.

Dalam upaya menggabungkan Papua Barat ke wilayah Indonesia, Presiden Soekarno akhirnya mengumumkan Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 Desember 1961 dan membentuk Komando Mandala yang dipimpin oleh Mayor Jenderal Soeharto.

Berbagai operasi militer pun dilakukan, termasuk Operasi Naga. Operasi rahasia ini digagas Mayor Benny Moerdani yang kala itu masih berumur 29 tahun.

Sayangnya, tidak ada perwira senior yang berani memimpin operasi lewat jalur udara tersebut gara-gara satu hal, yaitu belum ada satu pun operasi udara yang berhasil di Papua.

Pasukan yang diterjunkan ke wilayah itu selalu hilang 100 persen.

Baca: Rocky Gerung Akhirnya Buka Alasan Selalu Kritik Jokowi Bukan Prabowo, Terungkap di ILC, Ini Jelasnya

Baca: Kontroversi Misteri Putusnya Telinga Van Gogh yang Dibawa Mati saat Sang Maestro Bunuh Diri

Adapun yang bersedia adalah Benny Moerdani. Padahal pangkatnya masih belum cukup untuk memimpin unit kesatuan besar. Staf Operasi Tertinggi Mayor Jenderal Ahmad Dhani pun tak punya banyak pilihan.

Benny Moerdani menyasar Merauke sebagai target operasinya.

Seperti dilansir dari buku Benny Moredani Yang Belum Terungkap (Kepustakaan Populer Gramedia bekerja sama dengan Majalah Tempo), pagi itu, Sabtu, 23 Juni 1962, sebanyak 213 anggota pasukan diterjunkan.

Penerjun dengan nama sandi Pasukan Naga itu lompat dari tiga pesawat Hercules.

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved