VIDEO

Petugas Temukan Dua Unit Ekskavator di Lokasi TI Rajuk Desa Bantan dan Simpang Rusa

Tambang timah yang berada di Desa Bantan, dan Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung diduga ilegal.

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Dua unit Ekskavator berwarna kuning, Kamis (6/12/2018) ditemukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung di lokasi penambangan. Dua unit alat itu, sedang beroperasi di seputaran area tambang inkonvensional (TI).

Tambang timah yang berada di Desa Bantan, dan Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung diduga ilegal. Lokasi yang berada di balik hutan mangrove itu, disebut-sebut merupakan kawasan Hutan Lindung (HL).

Razia TI itu, dipimpin oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), dan Plt Kasat Pol PP Kabupaten Belitung Mirang Uganda. Orang nomor satu di Kabupaten Belitung itu, langsung mengamankan kunci alat berat yang hingga kini belum diketahui milik siapa.

Penambang yang melakukan aktivitas diduga ilegal itu, langsung kabur ketika petugas mendatangi lokasi kegiatan tambang tersebut. Lokasi penambangan ini, diperkirakan sudah berlangsung sejak setahun belakang dan sudah mengeruk sekitar satu hektar area tersebut.

"Kunci alat berat itu sama saya, dan saya amankan dulu. Saya ingin telusuri sampai tuntas, siapa pemilik tambang dan alat berat itu. Habis hutan kita kalau seperti ini, itu sampai aliran sungai ditutup dia," kata Sanem kepada Posbelitung.co, Kamis (6/12/2018).

Terdapat belasan TI yang menggunakan penambangan sistem ponton rajuk beraktivitas di lokasi penambangan ini. Aliran sungai di seputaran hutan mangrove itu, kini sudah tercemar dan berubah warna menjadi coklat.

"Habis hutan kita, habitat hewan menjadi terganggu akibat TI ini. Saya ingin bertemu dengan pemilik tambang dan alat berat itu. Pencarian nelayan habis kalau sudah seperti ini," ucapnya.

Untuk menuntaskan persoalan tambang di lokasi ini, Sanem sudah berencana akan menggelar rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda). Tentunya dalam rangka melakukan penindakan kembali dalam penertiban tambang tersebut.

"Besok saya akan rapatkan dengan forkominda, bagaimana situasi di lapangan dan tindaklanjutnya. Karena walau bagaimana pun ini harus dituntaskan, apalagi aliran sungai sudah tertutup," ujarnya.

Sebelum melakukan rapat, Sanem, tetap akan memanggil kepala Desa Bantan dan Simpang Rusa, lantaran lokasi tambang itu berada di wilayah mereka. Ini dinilai Sanem, harus dilakukan penindakan secara bersamaan.

"Kalau dibiarkan terus, habis sungai disitu, dan nelayan mau kemana lagi mencari ikan. Sekarang saja mereka sudah harus ke juah mencari ikan," pungkasnya. (posbelitung/disa aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved