Sanem Pimpin Langsung Penertiban TI Rajuk di Belitung, Aktivitasnya Sudah Berlangsung Lama

Terdapat sekitar 12 ponton tambang inkonvensional (TI) berjenis rajuk ditarik oleh masyarakat setempat ke pinggir.

Sanem Pimpin Langsung Penertiban TI Rajuk di Belitung, Aktivitasnya Sudah Berlangsung Lama
Pos Belitung/Disa Aryandi
Kondisi aktivitas TI rajuk di sungai berang Desa Bantan dan Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kamis (6/12) ditertibkan oleh petugas yang dipimpin oleh Bupati Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Aktivitas penambangan timah diduga ilegal di Desa Bantan dan Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung sempat ditertibkan oleh warga Desa Bantan sekitar lima bulan lalu.

Terdapat sekitar 12 ponton tambang inkonvensional (TI) berjenis rajuk ditarik oleh masyarakat setempat ke pinggir.

Saat itu, penambangan berlangsung dari mulai pesisir sungai yang biasa disebut sungai berang ini. Hutan mangrove, habis dibabat oleh penambang tersebut hingga mati. Warga yang turun ke lokasi tambang ini, lantaran sudah tidak tahan lagi dengan aktivitas penambangan timah.

"Satu kampung waktu itu kami turun, ada sekitar 12 ponton lah kami tarik ke pinggir. Habis itu mereka tidak menambang lagi di pinggir bakau, tapi ke lokasi lagi ngumpul," kata nelayan setempat bernama Hendra kepada Posbelitung.co, Kamis (6/12/2018).

Penertiban yang dilakukan masyarakat setempat itu, memunculkan surat perjanjian kepada penambang, agar melakukan aktivitas pengerukan timah di lokasi itu.

"Nah setelah itu pontonnya diserahkan kembali kepada masyarakat. Yang mimpin waktu itu pak Kadus, dulu waktu kami di alur sungai keluar masuk, pasti ada ponton," ucapnya.

Alur sungai berang ini, semula dikenal memiliki banyak potensi ikan seperti ikan ungar. Sehingga tidak menyulitkan nelayan setempat untuk mencari ikan hingga jarak yang jauh.

"Kalau dulu sih di seputaran sungai inilah kami mancing, kalau sudah tidak bisa lagi karena sungai nya sudah keruh. Dulu buaya tidak pernah muncul, sekarang muncul mungkin karena habitatnya terganggu," ucapnya.

Ketua RT 12/06 Dusun Ilir, Desa Bantan Mahidi mengatakan, bahwa masyarakat setempat sudah resah dengan adanya aktivitas penambangan timah tersebut. Mereka sudah berulang kami meminta kepada penambang untuk tidak menambang di situ, namun tidak digubris.

"Sudah sering kami tegah (larang), tapi tidak diingakan (indahkan) oleh mereka. Kemarin ada alat berat tiga unit di sana, tapi kalau sekarang tidak tau. Ini sudah setahun lebih lah mereka nambang di situ," bebernya.

Tadi sore, aktivitas penambang diduga ilegal itu ditertibkan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kabupaten Belitung yang dipimpin langsung oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem).

Ditemukan dua unit Ekskavator dilokasi penambangan ini. Sedangkan penambang saat petugas berada di tempat itu, langsung berlari. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved