Buaya Bermunculan di Sungai Berang Sejak Ada Penambang, Nelayan Ketakutan

Nelayan saat mencari ikan atau udang di seputaran sungai tersebut, biasa ketemu empat sampai lima buaya.

Buaya Bermunculan di Sungai Berang Sejak Ada Penambang, Nelayan Ketakutan
Pos Belitung/Disa Aryandi
Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP, Jumat (7/12) kembali melakukan razia di lokasi penambangan timah diduga ilegal di Desa Bantan, Kecamatan Membalong. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lokasi penambangan timah diduga ilegal di sungai berang, Desa Bantan dan Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung kini sudah tercemar dan sering bermunculan buaya.

Nelayan saat mencari ikan atau udang di seputaran sungai tersebut, biasa ketemu empat sampai lima buaya.

Buaya itu, berposisi tidak pernah jauh dari nelayan dan biasa berebutan ikan dengan nelayan. Terutama nelayan yang sedang mencari ikan dengan menggunakan pukat. Buaya tersebut memakan ikan di seputaran pukat nelayan.

"Dulu tidak pernah seperti itu, sebelum ada tambang ini. Ya kami berfikir wajar, karena habitat mereka terganggu dan ikan sebagai makanan mereka (buaya) juga sudah tidak berkurang karena sungainya tercemar," kata Ketua RT 10 Dusun Ilir, Desa Bantan Asron ketika bercerita dengan Posbelitung.co, Jumat (7/12/2018).

Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengatakan, nelayan khususnya di Dusun Ilir, kini sangat ketakutan ketika pergi melaut, lantaran sering bertemu buaya.

"Sekitar tiga hari lalu juga ada nelayan yang digigit buaya di sini (sungai berang), waktu itu nelayan itu sedang nyulo dan waktu ingin mengambil ikan, mulut buaya dipegangnya, tapi cuma luka di bahu, habis itu buaya itu mengantarkan orang itu ke pinggir," ujarnya.

Buaya yang ditemukan oleh nelayan ini, bukan hanya satu buaya namun dua buaya. Buaya ini, semula menyerupai orang duduk, sehingga nelayan tersebut tidak segan untuk mendekat.

"Posisinya buaya itu membuka mulut, jadi dikira orang duduk. Ya nelayan di sini semua pencariannya di sungai ini, dan sekarang terasa sekali bahwa sudah sulit mencari ikan di sungai ini," kata Kadus Ilir Desa Bantan Matasin.

Nelayan sekarang ini, apabila melaut sering bertemu buaya dengan jarak sekitar tiga meter. Sehingga nelayan kini memutuskan, untuk tetap memberanikan diri pergi melaut, lantaran tidak memiliki mata pencarian lainnya.

"Maka nya sekarang nelayan banyak yang tidak turun melaut, kalau pun ada itu mereka nekat, karena pasti ketemu buaya," pungkasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved