Tim Gabungan Kembali Razia Tambang Timah Diduga Ilegal di Desa Bantan, Belitung

Pelaksanaan razia dilakukan langsung oleh Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana

Tim Gabungan Kembali Razia Tambang Timah Diduga Ilegal di Desa Bantan, Belitung
Pos Belitung/Disa Aryandi
Petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP, Jumat (7/12) kembali melakukan razia dilokasi penambangan timah diduga ilegal di Desa Bantan, Kecamatan Membalong 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tim Gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belitung, Polres Belitung, Kodim 0414 Belitung, Lanud H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Jumat (7/12/2018) kembali melakukan razia di lokasi tambang timah diduga ilegal di Desa Bantan dan Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Pelaksanaan razia dilakukan langsung oleh Dandim 0414 Belitung Letkol Inf Indra Padang, Kapolres Belitung AKBP Yudhis Wibisana, Danlanud H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan Letkol Pnb Akal Juang, dan Ketua DPRD Kabupaten Belitung Taufik Rizani.

Razia dilakukan untuk menindaklanjuti razia yang semula dipimpin oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem), sehari sebelumnya. Namun sayangnya pada razia yang diikuti sekitar 150 personil gabungan ini, petugas tidak menemukan pekerja tambang.

Petugas sempat menurunkan ruber boat milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk menyusuri sungai berang tersebut. Orang nomor satu di Belitung, dan tiga orang TNI AU bersenjata, serta satu orang Satpol PP itu menuju ke lokasi penambangan timah yang kali pertama ditemukan.

Di tempat itu, petugas tidak menemukan apapun alias seluruh ponton rajuk serta dua unit Ekskavator berwarna kuning sudah tidak ada di lokasi. Seluruh alat tambang dan ponton rajuk sudah menghilang.

"Tadi saya cek ke sana (lokasi pertama) sudah tidak ada lagi, sepertinya mereka sudah lari semalam. Tapi walau pun mereka kabur, tetap akan kami cari siapa juragan penambang itu. Kami yakini pasti mesin itu disembunyikan, tadi sudah kami bakar satu," kata Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) kepada Posbelitung.co, Jumat (7/12/2018).

Kata Sanem, mereka tetap melakukan pencarian terhadap pelaku penambangan itu, lantaran aktivitas penambangan ini dinilai sudah merusak lingkungan dan telah merugikan masyarakat nelayan untuk mencari ikan di seputaran sungai tersebut.

"Apalagi yang ditambang mereka itu aliran sungai, dan sungai ini tertutup sekarang, air tergenang tidak bisa mengalir kemana-mana. Ini yang saya sangat sesalkan, dan saya minta kepada mereka pertanggung jawabannya sungai yang sudah tersumbat itu, baik secara hukum maupun penyelesaian alur," kata dia. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved