Kejari Belitung ‎Kembalikan Kerugian Negara Rp 2,1 Miliar

Paradigma penegakan hukum mulai bertransformasi, dimana pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya berupa penindakan

Kejari Belitung ‎Kembalikan Kerugian Negara Rp 2,1 Miliar
Pos Belitung/Dede Suhendar
Kajari Belitung Sekti Anggraini didamping Kasi Pidsus Kejari Belitung saat diwawancarai awak media, Jumat (14/12/2018). 

Kejari Belitung ‎Kembalikan Kerugian Negara Rp 2,1 Miliar

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Paradigma penegakan hukum mulai bertransformasi, dimana pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya berupa penindakan ‎tapi juga dilakukan upaya penindakan.

Dalam artian prestasi instansi penegak hukum tidak lagi dilihat dari berapa banyak pelaku korupsi yang dijebloskan ke penjara tapi justru berapa banyak kerugian keuangan negara yang berhasil dikembalikan.

Semenjak awal hingga jelang berakhirnya 2018, Kejari Belitung telah mengembalikan kerugian negara berjumlah Rp 2.134.895.‎387 yang terdiri dari uang pengganti, denda serta hasil rampasan.

"Mulai dari awal 2018 sampai sekarang kami telah membantu pemulihan kerugian keuangan negara berjumlah Rp 2,1 miliar. Jadi semuanya sudah dikembalikan dan masuk kas negara," ujar Kajari Belitung Sekti Anggraini kepada posbelitung, Jumat (14/12/2018).

Ia menjelaskan dari jumlah tersebut dapat dirincikan untuk uang pengganti Rp 1.923.471.867. Sedangkan untuk denda berjumlah Rp 150 juta dari perkara-perkara yang telah ditangani dan uang rampasan yang diperoleh saat proses penyidikan berjumlah Rp 61.423.500.

Sekti mengatakan sejumlah uang yang telah dikembalikan kepada negara itu sudah memiliki keputusan inkrah persidangan.

Kemudian, Kejari Belitung juga telah melakukan upaya penanganan hukum dari berbagai laporan masyarakat. Akan tetapi setelah dilakukan penyelidikan hanya ditemukan kesalahan bersifat administrasi.

Berdasarkan data, kesalahan tersebut ditemukan di Desa Tanjung Rusa, Kecamatan Membalong dari kegiatan pengadaan jalan setapak yang menggunakan Dana Desa bisa diselamatkan sekitar Rp 63.471.887.

"Tapi memang perkaranya tidak naik karena bukti awalnya belum cukup memenuhi unsur tindak pidana tetapi ada kerugiannya. Ini lah yang disebut tindak pencegahan," katanya.

Selain itu, bagian Intelejen Kejari Belitung juga berhasil menemukan dugaan kelebihan penggunaan anggaran Dana Desa 2016 yang harus dikembalikan Desa Terong‎ sejumlah Rp 30.266.300.

Sekti mengatakan dalam menentukan kerugian negara pihaknya selalu berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP).

"Jadi sekarang kami memang perbanyak tindakan pencegahan di desa sekaligus menjadi pembelajaran hukum kepada para kepala desa. Ternyata setelah diteliti ada saja kelebihan yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat," ‎

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Evan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved