Usai Ditetapkan Tersangka, Kejari Belum Lakukan Pemanggilan Kembali Kepala DLH Bangka Tengah

Pembangunan taman kahati itu sendiri ialah, proyek pembuatan taman dan penambahan sejumlah fasilitas seperti camping ground

Usai Ditetapkan Tersangka, Kejari Belum Lakukan Pemanggilan Kembali Kepala DLH Bangka Tengah
IST/Zaiwan
Lokasi pembangunan taman fasilitas camping ground, toilet, gazebo di dalam kawasan hutan Pelawan, Desa Namang. 

POSBELITUNG.CO--Proyek Pembangunan taman keanekaragaman hayati (kahati) yang berada di kawasan hutan kayu Pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah telah menyeret Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Tengah Ali Imron, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Bangka Tengah.

Pembangunan taman kahati itu sendiri ialah, proyek pembuatan taman dan penambahan sejumlah fasilitas seperti camping ground dengan nilai proyek sebesar Rp 1,5 miliar dari dana DAK.

Pada tahun 2016 dikucurkan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar dengan nomenklatur pembangunan taman fasilitas camping ground, toilet, gazebo di dalam kawasan hutan tersebut.

Penasihat Hukum tersangka, Ade Putra Daniswara, membenarkan bahwa kliennya tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, sesuai dengan sprindik dari Kepala Kejaksaan Bangka Tengah.

"Untuk status sebagaimana penetapan oleh Penyidik dari Kejaksaan Koba betul adanya, bahwa bapak AL, telah ditetapkan sebagai tersangka, Mengenai penetapan tersebut sesuai dengan Sprindik dari kepala Kejaksaan Koba itu tertanggal 15 November 2018,"jelas Ade kepada wartawan, Jumat (14/12/2018)

Menurut Ade, sejauh ini penyidikan masih berproses, dan belum ada pemanggilan kembali dilakukan oleh pihak Kejaksaan kepada kliennya.

"Kita akan mengikuti jalannya proses penyidikan dulu dengan kooperatif. Sementara waktu ini penyidik belum menetapkan jadwal pemeriksaan lanjutan bagi klien kami, namun mungkin pemeriksaan terhadap pihak lain yang terkait perkara ini bisa jadi terus dilakukan," jelasnya.

Sementara sebelumnya, Kasi Pidana Khusus Kejari Bateng, Izhar mengatakan, bahwa belum ada upaya pemanggilan atau penahanan yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Bangka Tengah terhadap AL, menurutnya saat ini masih dalam proses selanjutnya.

"Tetap berjalan kita dari awal sampai dari (tahap penyelidikan) lid ke (penyidikan) dik, tinggal menunggu proses selanjutnya, belum kita lakukan upaya paksa,"kata Izhar.

Terpisah, Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh, ditemui di sela sela kehadiranya di acara PKK di Gedung Serbaguna Pemkab Bateng, juga tidak berkomentar banyak terkait kasus yang menjerat anak buahnya tersebut.

Ia hanya menyampaikan sepenggal kalimat dan langsung pergi, meninggal wartawan yang menanyainya.

"Saya belum cek bener itu," kata Ibnu Saleh, singkat, kepada wartawan sambil beranjak pergi ke arah mobil dinasnya.

Penulis: Riki Pratama
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved