KPPN Tanjungpandan Punya Toilet bak Hotel Berbintang

Ketika ‎masuk, pandangan mata langung disambut cahaya lampu kuning ditambah aroma pewangi yang begitu harum

KPPN Tanjungpandan Punya Toilet bak Hotel Berbintang
IST/dok KPPN Tanjungpandan.
Suasana di dalam toilet KPPN Tanjungpandan yang mengadopsi konsep toilet hotel berbintang. 

POBELITUNG.CO, BELITUNG - Toilet pada umumnya merupakan tempat yang identik dengan kotoran dan berbau. Namun Kepala Kantor KPPN Tanjungpandan RD Yen Yen Nuryeni mengubah paradigma itu dengan menyulap ruangan 3,5x4 meter menjadi toilet berkonsep hotel berbintang.

Sekat dinding orange bertuliskan toilet yang terletak di sebelah kanan lobi kantor KPPN‎ Tanjungpandan cukup menarik perhatian.

Ketika ‎masuk, pandangan mata langung disambut cahaya lampu kuning ditambah aroma pewangi yang begitu harum.

Sebuah wastafel lengkap dengan cermin sekitar 1x2 meter ber-lighting ‎kuning seketika menghentikan langkah. Ditambah perpaduan ornamen rumput hijau di dinding menjadi penetral suasana.

Tepat di belakangnya terdapat dua ruang toilet duduk pria dan wanita‎ yang dipisahkan dinding penyekat.

"Biasanya orang kan malas masuk ke toilet perkantoran. Kebenaran waktu itu kami juga menghadapi KPT dimana toilet menjadi indikator penilaian juga, ya sudah kami sepakat memperbaiki toilet kantor," ujar Yen Yen kepadaposbelitung.co, Jumat (14/12/2018) lalu.

Ia menuturkan, sebenarnya lobi Kantor KPPN Tanjungpandan ‎sudah memiliki fasilitas toilet. Namun belum mengakomodir masyarakat penyandang disabilitas.

Dirinya menginginkan toilet tersebut sudah mengandung unsur Pengarus Keutamaan Genre (PUG).

Ketika berniat memugar salah satu fasilitas layanan publik berkonsep hotel bintang lima, maka ‎dirinya mulai mencari anggaran. Namun setelah buku anggaran dibuka, tidak terdapat pos anggaran untuk mewujudkan niatannya.

Setelah berkoordinasi dengan jajaranya, akhirnya terdapat satu mata anggaran yaitu biaya perawatan gedung yang bisa dimanfaatkan untuk memugar toilet tersebut.

Tepat, pada Maret 2018 proses rehab toilet dimulai‎ dengan target dua minggu selesai, mengingat tim penilai KPT akan datang melakukan penilaian Sistem Informasi Pelayanan Publik (SIPP).

"Akhirnya kami sepakat dengan vendor lokal sini dengan budget dan waktu yang ditentukan. Ternyata di tengah jalan, kesepakatan itu gagal dan sampai tim penilai datang, toilet itu belum selesai.‎ Kami harus mengganti tiga kali tukang untuk menyelesaikan toilet itu," ungkapnya.

‎Dengan berbagai upaya dan bahkan dirinya harus turun langsung mengarahkan tukang pugar dalam mengimplementasikan konsep yang diinginkan, toilet berkonsep hotel berbintang pun selesai.

Menurut Yen Yen, untuk mewujudkan toilet berkonsep hotel berbintang itu hanya membutuhkan biaya sekitar Rp 36 juta.

"Sebetulnya tidak ada yang sulit, sulit itu hanya kemauan. Karena kita harus turun dan mau repot tapi menurut saya edukasinya lebih banyak jadi toilet seperti tidak mesti hotel tapi kalau mau kita juga bisa wujudkan di kantor," katanya. (Posbelitung/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved