Welly dan Istri Dikeroyok saat Bahas Hak Asuh anak

Sebelum peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi, kedatangan Welly dan keluarga bermaksud membahas hak asuh Elang Mahesa Radikaf

Welly dan Istri Dikeroyok saat Bahas Hak Asuh anak
Bangkapos/irakurniati
Oktaviani dan suaminya welly menunjukkan bukti surat tanda terima LP dari polsek taman sari, Minggu (16/12/2018) 

POSBELITUNG.CO--Sepasang suami istri bernama Welly Fernandus dan Oktaviani, menjadi korban pengeroyokan. Ironisnya aksi pengeroyokan tersebut diduga kuat dilakukan oleh kerabat mereka sendiri.

Kejadian bermula saat Welly bersama istrinya, Oktaviani dan sejumlah anggota keluarga lain, bertamu mendatangi kediaman Maisaroh Alias Mak Yok, di jalan Abdul Hamid, Kelurahan Batin tikal, Kecamatan Tamansari, pada Sabtu (15/12/2018) malam.

Sebelum peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi, kedatangan Welly dan keluarga bermaksud membahas hak asuh Elang Mahesa Radikaf yang tak lain merupakan anak almarhum mendiang Windi Andika yang tak lain merupakan kakak Kandungnya.

Peristiwa pengeroyokan tersebut berawal saat Elang bocah laki-laki berusia empat tahun itu, hendak menghampiri Welly dan istrinya. Namun dilarang oleh Rima, keluarga almarhum Ibunda Elang.

Dari situ terjadilah cekcok kedua keluarga tersebut. Saat cekcok terjadi tiba-tiba Ahmad yang tak lain merupakan paman Welly, mendorong sekaligus menampar istrinya, Oktaviani hingga mengenai mata sebelah kanan nya. Tak hanya itu, kerabat Ahmad bernama Dinda dan Mak Yop juga ikut menjambak rambut Oktaviani.

" Awalnya Elang mau bersama kami, tapi dilarang Rima, lalu terjadilah cekcok. Kemudian paman saya Ahmad keluar mendorong dan menampar istri saya. Setelah itu Dinda juga turun dari atas rumahnya dan langsung menjambak rambut istri saya," ujar Welly kepada bangkapos.com, Minggu (16/12/2018)

Melihat perlakuan tersebut, Welly berusaha menolong istrinya dan mencoba melerai. Namun Ahmad langsung mencekik leher Welly menggunakan tangan kanannya. Akibat kejadian ini, Oktaviani mengalami memar pada kelopak mata bagian kanan dan kepala kirinya terdaoat benjolan. Sedangkan Welly mengaku, kesakitan pada bagian lehernya.

" Saat itu saya berusaha melerai dan menolong istri saya, akan tetapi Ahmad justru mencekik leher saya, kemudian setelah berhasil dilerai, saya dan istri saya langsung melapor ke Polres dan Polsek Taman Sari," sambung Welly.

Sementara Kapolsek Tamansari, AKP Junaidi, menyatakan pihaknya sudah menerima laporan kasus dugaan pengeroyokan. Bahkan kata Junaidi, tadi malam pihaknya telah membuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap para korban dan sejumlah saksi.

"iya. semalam kami sudah meneri laporannya dan tadi malam sudah di BAP baik saksi maupun pelapor," kata AKP Junaidi.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: khamelia
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved