Demi Dana Kampanye Sandiaga Uno Jual Saham dan Aset, Partai Pendukung Malah Belum Menyumbang

Dari jumlah tersebut, calon wakil presiden Sandiaga Uno merupakan penyumbang terbesar dengan Rp 39,5 miliar.

Demi Dana Kampanye Sandiaga Uno Jual Saham dan Aset, Partai Pendukung Malah Belum Menyumbang
instagram sandiaga
Calon Wakil Presiden (Cawapres) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno dan infused water lemon kegemarannya 

POSBELITUNG.CO--Tiga partai Koalisi Adil Makmur, PAN, PKS, dan Demokrat, belum menyumbang dana kampanye ke tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres dan cawapres nomor urut 02.

Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) melaporkan dana kampanye yang didapatkan dalam rentang waktu empat bulan terakhir ini yaitu sebanyak Rp 54 miliar.

Dari jumlah tersebut, calon wakil presiden Sandiaga Uno merupakan penyumbang terbesar dengan Rp 39,5 miliar.

Baca: Lagi Asyik Ceramah Tiba-tiba Ustaz Abdul Somad Berhenti dan Tegur Jemaah, Yang Tidur Bawa ke Sini

"Prinsip kami adalah KYC (know your contribution). Sumbangan ini bukti transparansi dan prinsip-prinsip yang menghadirkan keberpihakan kepada rakyat," kata Sandiaga di media center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya, Jakarta, Senin (31/12/2018).

Sandiaga menuturkan, dengan prinsip keterbukaan informasi, dirinya telah melaporkan semua saham yang dilepas ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menurutnya, hal itu sudah menjadi kewajiban dengan memberikan laporan secara tranparan agar asal usul sumber pendanaan kampanye dapat terlihat secara jelas.

Sandiaga Uno berbincang dengan Rudi, pedagang cabai di Pasar Baru Panam di Jalan HR Soebrantas, Tuah Karya Tampan, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11/2018).
Sandiaga Uno berbincang dengan Rudi, pedagang cabai di Pasar Baru Panam di Jalan HR Soebrantas, Tuah Karya Tampan, Pekanbaru, Riau, Senin (12/11/2018). (Wartakotalive.com/Dokumentasi Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno)

"Pendanaan kampanye jadi jelas dari mana saja sumbernya. Sumber saya jelas dari penjualan aset atau saham," ungkapnya.

Di sisi lain, Sandiaga juga meminta kepada seluruh penyumbang dana kampanye ke BPN untuk transparan agar bisa diketahui oleh publik sebagai laporan pertanggungjawaban yang diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Siapa yang berkontribusi harus terang benderang dan diketahui oleh publik," kata Sandiaga.

"Dan saya dengan Pak Prabowo juga tidak akan tersendera atas kepentingan apapun, tidak ada titipan dari pengusaha-pengusaha yang berperan di belakang kita guna memperlihatkan tata kelola pemerintah yang baik," sambungnya.

Merujuk pada data BPN, dalam rentang waktu empat bulan dana kampanye Prabowo-Sandiaga yang sudah terkumpul sebesar Rp 54 miliar.

Adapun dalam total sumbangan dana kampanye tersebut, penyumbang terbesar kedua adalah dari Prabowo dengan Rp 13 miliar, diikuti Partai Gerindra 1,38 miliar.

Sumbangan pihak lain perorangan Rp 76,1 juta, dan sumbangan pihak lain kelompok Rp 28 juta.

Dua pasangan capres menunjukkan nomor urut masing-masing. Semula nomor urutnya, Jokowi Maruf nomor urut 1, Prabowo Sandiaga nomor urut 2 berubah jadi Jokowi Maruf nomor urut 01 dan Prabowo Sandiaga nomor urut 02
Dua pasangan capres menunjukkan nomor urut masing-masing. Semula nomor urutnya, Jokowi Maruf nomor urut 1, Prabowo Sandiaga nomor urut 2 berubah jadi Jokowi Maruf nomor urut 01 dan Prabowo Sandiaga nomor urut 02 (kompas.com)
Halaman
12
Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved