Jonan Bilang Subsidi Energi Membengkak, Ini Alasannya

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan, meskipun terjadi lonjakan subsidi energi, jumlah PNBP juga mengalami lonjakan

Jonan Bilang Subsidi Energi Membengkak, Ini Alasannya
KOMPAS.com
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat memberikan paparan kinerja Kementerian ESDM, Jumat (4/1/2019). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Menteri ESDM Ignasius Jonan menyatakan, meskipun terjadi lonjakan subsidi energi, jumlah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga mengalami lonjakan yang cukup signifikan. 
PNBP 2018 mencapai Rp 217,5 triliun melonjak 80,5 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp 120,5 triliun. 
Jonan menjelaskan, lonjakan jumlah subsidi tersebut tidak menjadi masalah, karena didanai PNBP yang juga meningkat drastis.

"Tahun 2018 subsidi memang volume lebih besar, tapi kalau kita lihat PNBP, penerimaan naik banyak, dari Rp 120,5 triliun jadi Rp 217,5 triliun, subsidi ini kan didanai oleh penerimaan," ujar Jonan ketika memberikan keterangan pers kepada awak media di kantornya, Jumat (4/1/2019).

Realisasi subsidi energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tercatat sebesar Rp 153,5 triliun. Angka tersebut melonjak 36,4 persen atau Rp 55,9 triliun dari realisasi subsidi energi 2017 yang sebesar Rp 97,6 trilun. Jika diakumulasikan, sepanjang 2015 hungga 2018 subsidi energi tercatat sebesar Rp 477 triliun.

Lonjakan subsidi energi 2018 yang terbesar adalah subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG yang sebesar Rp 97 triliun. Angka tersebut melonjak 51,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi subsidi BBM dan LPG tahun lalu yang hanya sebesar Rp 47 triliun. Adapun subsidi listrik meningkat 11,6 persen. Di tahun 2018, realisasi subsisidi listrik sebesar Rp 56,5 triliun, sedangkan di tahun 2017 sebesar Rp 50,6 triliun. 

Sementara itu Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, lonjakan subsidi didorong faktor konsumsi elpiji 3 kg yang meningkat. 
Selain itu, juga karena meningkatnya subsidi BBM jenis solar yang naik dua kali lipat, daru Rp 1.000 menjadi Rp 2.000. 

"Solar kan harganya naik, selai itu juga ada faktot kurs," ucap Djoko. 

Berita ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Subsidi Energi Membengkak, Ini Penjelasan Jonan

Editor: rusaidah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved