ANTAB Sampaikan Surat Penolakan X-Bar ke Bupati Belitung

Hal ini dengan pertimbangan adanya dampak negatif terhadap generasi muda serta umat muslim di Belitung menjadi buruk.

ANTAB Sampaikan Surat Penolakan X-Bar ke Bupati Belitung
pos belitung
Ketua ANTAB Suhardi menyampaikan surat pernyataan penolakan terhadap THM Xtream Bar saat melakukan audiensi dengan Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) di ruang rapat Bupati Belitung, Jumat (11/1). 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Aliansi Umat Islam Belitung (ANTAB) menyampaikan surat penolakan rencana operasional tempat hiburan malam Xtream-Bar (X-Bar) kepada Bupati Belitung, H Sahani Saleh (Sanem), Jumat (11/1).

Dalam surat itu ANTAB dan warga sekitar tidak menginginkan X-Bar yang terletak di Jalan Patimura RT 09/05 Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan itu beroperasi. Hal ini dengan pertimbangan adanya dampak negatif terhadap generasi muda serta umat muslim di Belitung menjadi buruk.

"Setelah kami lihat, tentunya ini akan besar dampak negatif dibanding positif. Kami minta Bupati Belitung mengambil sikap tegas. Melalui dasar surat yang kami sampaikan itu, agar tidak memberi izin kepada X-Bar," kata Ketua ANTAB, Suhardi kepada Pos Belitung usai audiensi dengan Bupati Belitung di ruang rapat Bupati Belitung, Jumat (11/1).

Suhardi berharap Bupati Belitung tidak memberi ruang gerak kepada X-Bar sehingga segala bentuk kemaksiatan di Negeri Laskar Pelangi bisa diminimalisir dan dibersihkan.

"Ini sudah berulang kali disampaikan dan hari ini (kemarin-red) kami sudah bersatu untuk menolak Xtream Bar ini. Karena pariwisata yang kita jual bukan sesuatu yang seperti itu, tapi keindahan alamnya," kata Suhardi.

Tidak Salah

Sementara itu Manager X-Bar, Hendra saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan X-Bar tidak berada di tempat yang salah, melainkan masih berada di kawasan wisata.

Dengan demikian tentunya keberadaan X-Bar posisinya sama dengan beberapa tempat hiburan malam lain yang beroperasi di kawasan itu.

"Misalkan seperti THM yang ada di dua hotel di kawasan itu. Justru kami tidak menyediakan LC atau wanita pemandu dan room tempat orang berdua-duaan. Karena LC dan room itu yang membuat tempat itu jadi tempat maksiat," kata Hendra, Jumat (11/1).

Kata Hendra, apabila adanya ormas menolak keberadaan X-Bar, maka pihak X-Bar mempertanyakan. "Apa tujuan mereka, maka kami merasa yakin adanya penolakan terhadap management X-Bar seperti mengarah pada persekusi," ujarnya.

Baca selengkapnya di edisi cetak Harian Pos Belitung edisi Sabtu, 12 Januari 2019. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Tedja Pramana
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved