LIPSUS

Pelni Sepi Penumpang, Sekali Angkut Cuma 30 Orang, Andri: Pemda Belitung Tidak Mendukung

KM Lawit memiliki kapasitas penumpang maksimal 1000 orang dan jarak tempuh dari Jakarta - Belitung sekitar 18 hingga 20 jam.

Pelni Sepi Penumpang, Sekali Angkut Cuma 30 Orang, Andri: Pemda Belitung Tidak Mendukung
net
Kapal Pelni KM Lawit 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG--Jalur laut untuk transportasi penumpang di Negeri Laskar Pelangi belum dimaksimalkan. Terutama rute Jakarta (Palabuhan Tanjung Priuk) - Pelabuhan Tanjung RU/Pelabuhan Tanjung Batu, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung. Padahal dulunya transportasi laut menjadi favorit masyarakat.

Terlebih saat ini belitung menjadi tujuan wisata yang disukai wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberadaan transportasi laut mestinya bisa menjadi alternatif ditengah tingginya harga tiket pesawat terbang saat ini.

Kapal penumpang yang hingga sekarang masih aktif rute Jakarta - Belitung, KM Lawit. Kapal yang dioperatori oleh PT Pelni tersebut berlayar dari Jakarta ke Belitung (bersandar di Pelabuhan Tanjung Batu) hanya 4 kali dalam 1 bulan.

"Tapi jadwalnya tidak tentu sekarang, kalau dulu ada jadwalnya, Jakarta - Belitung - Pontianak, balik lagi Pontianak - Belitung - Jakarta. Nah sekarang ini penumpang sepi, tidak seperti dulu," kata Pimpinan PT Pelni Sub Cabang Tanjungpandan Andri Zarni kepada Pos Belitung, Sabtu (12/1).

KM Lawit memiliki kapasitas penumpang maksimal 1000 orang dan jarak tempuh dari Jakarta - Belitung sekitar 18 hingga 20 jam. Harga tiketnya hanya Rp 180.000.

Andri mengatakan, tingginya harga tiket pesawat itu sebetulnya menjadi peluang bagi kapal laut untuk membangkitkan transportrasi laut menjadi transportasi pilihan. 

"Tapi secara global memang berdampak kepada kami sebagai manajemen jasa transportasi laut. Tapi sebelum - sebelum nya memang kami sudah promosi, tapi tidak begitu berdampak untuk menarik penumpang," ujarnya.

Ia mengungkapkan, pengguna jasa transportasi laut mulai bergeser ke transportasi udara sejak 10 tahun terakhir. Transportasi laut, kini mayoritas masih maksimal digunakan di Indonesia bagian timur.

"Ya kalau daerah bagian barat ini, contoh nya Jakarta - Belitung, paling satu kali berlayar penumpang nya tidak lebih dari 30 orang, kalau wisatawan paling satu dua orang," ucapnya.

Andri menyebutkan, KM Lawit beruntungnya masih mendapat subsidi dari Kementerian Perhubungan, sehingga operasional kapal ini masih bisa ditanggulangi. Diakuinya operasional kapal ini terbilang cukup mahal. Misalkan untuk penggunaan BBM satu jam berlayar menghabiskan satu drum solar.

"Biasa juga kapal ini diperbantukan ke Padang atau Nias untuk menghandle penumpang di sana. Karena untuk menutupi operasional tadi," kata dia.

Ditambahkannya, selama ini PT Pelni selalu mendukung pariwisata di Negeri Laskar Pelangi, dengan melakukan berbagai promosi. Termasuk mereka melakukan edukasi ke sekolah-sekolah untuk lebih mengenal tentang moda transportasi laut. Dengan harapan nantinya pelajar bisa memanfaatkan kapal laut untuk bepergian.

"Kami selalu memprioritaskan pariwisata, tapi yang ada Pemda Belitung tidak pernah mendukung transportasi kami ini, kalau daerah lain Pemdanya mendukung. Di pelabuhan juga kami sering bentrok dengan kapal lain, ketika mau bersandar, kami tidak bisa bersandar," pungkasnya. (Posbelitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved