Guru dan Pegawai Tidak Tetap Jangan Resah, Bupati Bangka Sudah Anggarkan Rp 12 M untuk Bayar Honor

Keresahan para guru dan pegawai tidak tetap di sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Bangka kini terjawab

Guru dan Pegawai Tidak Tetap Jangan Resah, Bupati Bangka Sudah Anggarkan Rp 12 M untuk Bayar Honor
bangkapos/nurhayati
Akhmad Mukhsin 

POSBELITUNG.CO -- Keresahan para guru dan pegawai tidak tetap di sekolah dasar negeri dan sekolah menengah pertama negeri di Kabupaten Bangka yang belum mendapatkan honornya langsung ditanggapi Bupati Bangka Mulkan.

Pj Sekda Bangka Akhmad Mukhsin menyatakan Bupati sudah menganggarkan anggaran senilai Rp 12 milyar untuk setahun, masing-masing sebesar Rp 1 milyar per bulan pada 2019 ini untuk membayar gaji guru dan pegawai tidak tetap di Kabupaten Bangka.

"Berita kaitan dengan honor guru dan pegawai tidak tetap di lingkungan dinas pendidikan, pak Bupati sudah menganggarkan dana untuk pembayaran honor itu. Itu dianggarkan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah-red). Tidak disebarkan ke sekolah tetapi terpusat dikelolanya di dinas pendidikan," jelas Mukhsin kepada bangkapos.com, Minggu (13/1/2019).

Dia mengatakan, untuk persyaratan pembayaran honor itu ada kontrak kerja yang harus dilakukan. Tenaga guru dan pegawai tidak tetap ini pembayaran honornya mereka kerja dulu baru dibayar. Hal itu yang perlu diketahui oleh para guru dan pegawai tidak tetap.

"Jangan bertanya mengapa bulan Januari tidak dibayar karena mereka harus bekerja dulu. Paling dibayarnya pada akhir bulan Januari atau awal bulan Februari sepanjang kesiapannya oleh dinas pendidikan dapat menyampaikan SPM-nya (Surat Perintah Membayar) oleh BPKAD untuk diterbitkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana-red). Hal seperti itu yang harus mereka pahami," tegas Mukhsin.

Untuk itu bupati sudah menganggarkan dan memfasilitasinya kenaikan honor para guru dan pegawai tidak tetap tersebut semuanya sama di semua kecamatan. Honor guru dan tidak tetap dibayar sebesar Rp 1,1 juta per bulan.

"Dulu honornya tidak merata ada yang Rp 300.000, sekarang ini kami naikan samakan jadi Rp 1,1 bagi yang guru. Untuk yang sudah di atas itu gajinya kami tidak mengurangi tetapi dibayar tetap sebesar yang diterima sebelum itu. Ada yang gajinya Rp 1,5 juta tetap dibayar Rp 1,5 juta yang sudah mendapatkan honorarium itu karena sudah difasilitasi oleh BOS," ungkap Mukhsin.

Pembayaran honororium gaji guru dan pegawai tidak tetap tersebut sharing dari BOS dana APBN. Sedangkan BOS dari sumber dana APBD Kabupaten Bangka untuk memfasilitasi guru yang penghasilannya di bawah Rp 1,1 juta agar honornya disamakan.

"Jangan lagi ada anggapan bahwa bupati hanya sekedar janji-janji, tidak ada realisasinya. Ini sudah kami anggarkan tinggal nanti realisasi pembayarannya jika mereka sudah tandatangan kontrak dan akhir bulan mereka sudah bekerja awal Februari kalau dinas pendidikan sudah mengurusnya pasti akan dilakukan pembayaran," tegas Mukhsin (BANGKAPOS.COM/NURHAYATI)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved