TANJUNGPANDAN

Habisi Nyawa Kakek dan Nenek, Badarudin akan Dijerat Hukuman Maksimal

Jajaran Satreskrim Polres Belitung masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus Badarudin (22) tersangka pembunuhan

POSBELITUNG.CO -- Jajaran Satreskrim Polres Belitung masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus Badarudin (22) tersangka pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) Animan (65) dan Misnawati (55) di Pondok Kebun Desa Simpang Rusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Menurut Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra untuk sementara pihaknya akan menjerat tersangka dengan hukuman maksimal atas tindak pidana yang dilakukannya.

"Pelaku sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan di Mapolres Belitung. Pelaku sementara ini akan kami ancam dengan pasal pembunuhan dengan hukumanmaksimal," ujarnya kepada BN, Kamis (10/1).

 
Ia mengatakan setelah melakukan pemeriksaan secara intensif kepada tersangka, pihaknya sudah menemukan barang bukti senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menghabisi  kakek dan nenek malang itu.

Bagus menambahkan, barang bukti tersebut ditemukan di lokasi kejadian dan tidak sempat dibuang tersangka yang masih ada hubungan keluarga dengan korban. 

Badarudin bisa disebut cucu pasangan ini. Pasalnya, Badarudin adalah cucu dari abang kandung korban atau ayahnya Badarudin adalah anak dari abang kandung korban.

 "Motif pelaku melakukan pembunuhan itu gara-gara tersangka mau meminjam motor tapi tidak dipinjam oleh korban," ungkapnya.
Bagus menambahkan selama tiga hari buron, tersangka sempat bersembunyi di kebun milik warga yang tidak dikenal. Lokasi kebun itu terletak di sekitaran wilayah Desa Dukong dan Pilang Kelurahan Pangkal Lalang.

Berdasarkan informasi, untuk barang bukti handphone sudah sempat digadaikan tersangka kepada montir bengkel untuk membayar biaya tambal ban pada saat pelarian.

Kemudian, pada Senin (7/1) subuh tersangka pulang ke rumah kerabatnya di Desa Aik Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan meminta diantarkan ke Mapolres Belitung untuk menyerahkan diri.

"Intinya dia sudah mengakui perbuatannya dan memutuskan menyerahkan diri. Prosesnya masih terus dilanjut dan penyidik saat ini masih terus melengkapi berkas perkara," katanya. (dede suhendar)

Editor: herru windarko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved