Kenaikan Biaya Pengiriman Barang Bikin Khawatir Rugikan Pelaku UKM Bangka

Kenaikan harga biaya pengiriman paket barang melalui perusahaan ekspedisi saat ini juga mengkhawatirkan dan merugikan

Kenaikan Biaya Pengiriman Barang Bikin Khawatir Rugikan Pelaku UKM Bangka
BANGKAPOS.COM/EDWARDI
Nurdin, Ketua UKM Bangka

POSBELITUNG.CO -- Kenaikan harga biaya pengiriman paket barang melalui perusahaan ekspedisi saat ini juga mengkhawatirkan dan merugikan para pengusaha UKM (Usaha kecil dan Menengah) di Pulau Bangka.

Apriyanti, pengusaha atau pelaku UKM Chibi Snack, Kampung Jawa Sungailiat mengakui saat ini biaya pengiriman paket barang antar kota keluar Pulau Bangka maupun antar kota dalam Pulau Bangka mengalami kenaikan harga.

"Baru kemarin saya kirim paket pesanan ke Kota Medan menggunakan jasa pos kilat Kantor Pos ada kenaikan harga Rp 10.000 per kg. Biasanya biaya kirim paket ke Medan Rp 40.000 per kg sekarang ini menjadi Rp 50.000 an," kata Yanti, sapaan akrabnya, kepada Posbelitung.co, Kamis (17/01/2019).

Untuk pengiriman biaya paket makanan ke Jakarta biasanya Rp 15.000 per kg. Namun saat ini dirinya belumlah mengecek biayanya, karena belum ada pesanan baru dari Jakarta.

Saat ini diakuinya memang belum ada konsumennya yang membatalkan pesanan gara-gara ada kenaikan biaya paket kiriman ini.

Bagi konsumen yang sudah menjadi pelanggan biasanya mereka tidak mempersoalkan kenaikan harga kiriman paket.  Alasannya, kondisi itu telah berlaku nasional, sehingga mereka juga mengerti dan hal ini bukan kemauan sepihak pelaku UKM.

Ditambahkannya bila ongkos biaya kirim paket terus melonjak naik dikhawatirkan untuk penjualan produk keluar daerah akan menurun, karena konsumen juga lama-lama akan berpikir biaya beli jadi mahal.

"Misalnya ada yang minta kirim empek-empek dan cukanya dari Bangka ke Jakarta, kita jual Rp 5.000 per potong, beli 20 potong jadi Rp 100.000 plus cukanya berat 3 kg, bila ongkos kirim Rp 30.000 maka nilai barangnya hampir sama dengan ongkos kirimnya tentunya akan membuat konsumen berpikir ulang untuk beli produk kita," imbuhnya.

Selain itu ia juga sering mendatangkan barang jualan lainnya, seperti sepatu, tas dan lainnya dari Batam untuk dijual di Bangka.

"Sekarang ini biaya kita mendatangkan barang dari Batam ke Bangka juga naik dari sebelumnya Rp 40.000 per kg naik menjadi Rp 50.000 an per kg, jadi banyaklah kenaikan biaya kirimnya ," jelasnya.

Selain itu juga menjual produknya ke pembeli antar kota di dalam Pulau Bangka. "Biaya kiriman paket antar kota dalam pulau juga naik biasa biaya Rp 11.000 per kg sekarang ini Rp 15.000 per kg," ungkapnya.

Terpisah Nurdin, Ketua UKM Babel Hijrah Pangkalpinang mengaku adanya kenaikan biaya ongkos kirim paket barang keluar daerah memang memberatkan para pelaku usaha kecil menengah (UKM) di Kota Pangkalpinang.

"Memang ada kenaikan ongkos kirim paket barang lumayan tinggi pak, kemarin saya ada kirim madu Bangka punya teman ke Medan biasanya ongkos kirim hanya sekitar Rp 30.000 an tapi sekarang naik jadi Rp 40.000 an per kg," kata Nurdin.

Diakuinya, produk UKM miliknya yang banyak dijual keluar daerah seperti macam-macam keripik, namun saat ini produk tersebut juga laku dijual di seputaran Pangkalpinang sehingga tidak perlu melayani konsumen di luar daerah.(BANGKAPOS.COM/Edwardi)

Editor: emil
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved