Badarudin Datangi Kakek dan Neneknya Dalam Kondisi Mabuk

Jajaran Satreskrim Polres Belitung, Rabu (16/1) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pasangan suami istri

Badarudin Datangi Kakek dan Neneknya Dalam Kondisi Mabuk
pos belitung
Badarudin (22) melakukan reka adegan kejadian dalam proses rekontruksi pembunuhan pasutri di halaman parkir Mapolres Belitung, Rabu (16/1). 

POSBELITUNG.CO - Jajaran Satreskrim Polres Belitung, Rabu (16/1) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan pasangan suami istri (Pasutri) Animan (65) dan Misnawati (55) di pondok kebun Desa Simpangrusa, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung.

Korban dan tersangka Badarudin (22) masih mempunyai hubungan kerabat. Pelaku adalah cucu dari kakak korban atau masih kakek dan nenek dari tersangka.

Dalam rekonstruksi Badarudin melakukan 21 reka adegan mulai dari dirinya mendatangi korban, melakukan pembunuhan hingga melarikan diri.

"Totalnya ada 21 adegan, jadi tersangka mempraktekan secara detail perbuatan yang sudah dilakukan," ujar Kasatreskrim Polres Belitung AKP Bagus Krisna Ekaputra kepada BN, Rabu (16/1).

Proses rekonstruksi yang digelar di halaman parkir Mapolres Belitung itu disaksikan oleh Kasi Pidum Kejari Belitung Afridel beserta jajarannya.

Sesekali, rombongan jaksa meminta penyidik mengulang reka adengan untuk memastikan setiap tindakan yang dilakukan pelaku.

Proses rekonstruksi juga sempat menyita perhatian anggota Polres Belitung yang ingin mengetahui setiap tahapan tindak pidana yang dilakukan tersangka.

"Proses rekonstruksi ini dilakukan agar memperjelas suatu kejadian tindak pidana. Selain itu juga untuk keperluan pemberkasan sebelum dikirimkan ke kejaksaan," kata Bagus.

Ia mengatakan, pihaknya memiliki alasan kuat sebelum memutuskan proses rekonstruksi pembunuhan pasutri dilakukan di halaman parkir Mapolres Belitung bukan di lokasi kejadian.

Menurutnya jika dilakukan di TKP dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, demi kelancaran setiap reka adengan dan keamanan tersangka, proses tersebut dilakukan di halaman Mapolres Belitung.

"Memang TKP jauh, jadi tidak kondusif takutnya nanti terjadi apa-apa, demi keamanan tersangka juga. Pelaksanaan rekon ini tidak mesti di TKP tapi bisa diperagakan di tempat lain yang penting maksud untuk membuat terang suatu tindak pidana tercapai," jelasnya.

Dalam reka adengan tersebut, penyidik memanfaatkan tempat parkir menjadi dua bagian yaitu Desa Bantan, Kecamatan Membalong sebagai lokasi kejadian dan Kecamatan Tanjungpandan sebagai tempat pelarian.

Beberapa tempat parkir juga dipasang tulisan mulai dari pondok tersangka, korban serta lokasi persembunyiannya.

Rekonstruksi dimulai saat pelaku menenggak minuman keras (miras) jenis arak dan mengisap lem aibon. Lalu dalam kondisi mabuk dirinya mendatangi korban yang diperankan anggota Polres Belitung.

Pantauan harian ini, tidak terlihat keluarga korban hadir dalam rekonstruksi tersebut. Menantu korban sempat hadir namun meninggalkan lokasi ketika polisi memulai adegan. (dede suhendar)

Editor: herru windarko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved