Pentingnya Mengajari Anak Kelola Uang Sejak Dini

Mengajarkan anak mengelola keuangan ternyata sangat bermanfaat untuk kehidupannya kelak.

Pentingnya Mengajari Anak Kelola Uang Sejak Dini
DOUGHMAIN
Ilustrasi orang tua bersama anak menghitung uang koin. 

Pentingnya Mengajari Anak Kelola Uang Sejak Dini

POSBELITUNG.CO, BANDUNG - Mengajarkan anak mengelola keuangan ternyata sangat bermanfaat untuk kehidupannya kelak.

Financial Planner Prita Hapsari Ghozie mengatakan, anak yang dapat ilmu dalam mengelola uang dipastikan bisa sejahtera pada saat dewasa nanti.

"Anak yang mendapatkan kemampuan mengelola uang pada saat bekerja akan lebih sejahtera dibanding yang tidak. Itu sudah pasti," kata Prita dalam Parenting Talkshow bertajuk `Anak Terampil Kelola Uang di Era Digital di SD Negeri Babakan Surabaya, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Kamis (17/1/2019).

Baca: Asus Luncurkan Trio Laptop Terkecil, Ukurannya Lebih Kecil dari Kertas A4

Selain lebih sejahtera ke depannya, anak yang dibekali oleh kempuan mengelola uang dipastikan mampu bertahan hidup ketika kondisi krisis.

"Intinya anak nantinya akan mampu fleksibel dan menyesuaikan kondisi. Misalnya lagi krisis dia akan memiliki kemampuan untuk bertahan karena mampu mengelola uang dan emosinya," ucapnya.

Peran orang tua menjadi sangat krusial dalam mengajarkan pengelolaan keuangan. Orangtua wajib memberikan contoh pengelolaan uang yang matang terlebih dahulu sebelum memberikan pelajaran kepada anak.

"Sederhananya bagi untuk zakat infak sedekah 5 persen, kemudian dana darurat, asuransi 10 persen. Kemudian biaya hidup termasuk cicilan 60 persen, lalu investasi 15 persen, dan sisanya 10 persen untuk gaya hidup. Untuk anak kita bisa kita masukin biaya hidup termasuk uang sekolah. Tetapi kalau anak punya keinginan boleh juga masuk ke pos gaya hidup," tuturnya.

Baca: 773 Juta E-Mail Bobol, Yuk Cek Apakah Punya Anda Masih Aman

Ketika orang tua sudah konsisten menerapkan pengelolaan keuangan, baru kemudian anak diajarkan untuk membagi uang dimilikinya ke dalam tiga sektor sederhana.

"Untuk anak kita kelompokkan menjadi tiga pos, pos belanja, pos nabung dan pos donasi. Kalau anak dapat uang, setengahnya buat belanja sepertiganya dipakai untuk saving, sisanya bisa dipakai untuk donasi," tuturnya.

Halaman
12
Editor: Jariyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved