Harga Sawit Naik, Petani Terima Harga Murah, Ternyata Ini Penyebabnya

Harga paling rendah yang diterima petani sawit bervariasi, berkisar di harga Rp 800 per kilogram.

Harga Sawit Naik, Petani Terima Harga Murah, Ternyata Ini Penyebabnya
Bangka Pos / Hendra
Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Provinsi Bangka Belitung dengan Dinas Pertanian Propinsi Bangka Belitung dan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Kep. Babel, Rabu (6/2/2019). 

POSBELITUNG.CO Harga TBS ditingkat pabrik, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sudah berkisar diharga tertinggi Rp 1.218 per kilogram untuk sawit usia 10-20 tahun dan Rp 1.013 untuk sawit usia 3 tahun.

Tapi ternyata harga ditingkat petani masih rendah. Harga paling rendah yang diterima petani sawit bervariasi, berkisar di harga Rp 800 per kilogram.

Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya mengatakan harusnya dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo yang membebaskan pajak ekspor sawit bisa dirasakan oleh seluruh rakyat. Termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Karenanya kita ingin tahu apa permasalahannya di Bangka Belitung. Harga sawit memang naik, tapi ditingkat petani sawit masih sangat rendah,” kata Didit Srigusjaya saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan SKPD terkait, Rabu (6/2/2019).

Hadir mendampingi dalam RDP tersebut, Wakil Ketua DPRD Babel, Tony Purnama, serta anggota DPRD Babel. Hadir juga Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bangka Belitung, Juadi beserta staf dan Ketua Satgas Pangan, Kombes Mukti Juharsa.

Selisih harga yang cukup signifikan Rp 400 per kg, ini harus diatasi. Disinyalir ketimpangan harga ini akibat adanya penampung dan pemegang delivery order (DO) dari perusahan kelapa sawit (PKS).

Distribusi dari petani ke PKS yang terlalu panjang ini menyebabkan timbul biaya. Biaya ini kemudian dibebankan kepada petani.

“Harusnya harga yang ditetapkan itu sudah harga yang terima petani. Dan ini akan kita perjuangkan terus. Karenanya kita minta distribusi yang panjang, seperti pemegang DO dan penampung ini harus dipangkas agar selisih harga sawit tidak jauh seperti ini,” kata Didit Srigusjaya. (Bangka Pos / Hendra)

Penulis: Hendra
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved