Perekrutan P3K Tahap Pertama di Belitung Timur Hanya untuk K2

Proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian Kerja (P3K) akan diselenggarakan secara bertahap.

Perekrutan P3K Tahap Pertama di Belitung Timur Hanya untuk K2
posbelitung/suharli
Kepala BKPSDM Kabupaten Belitung Timur, Yuspian. Rabu (6/2/2019) 

POSBELITUNG.CO - Proses perekrutan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian Kerja (P3K) akan diselenggarakan secara bertahap.

Tahapan pertama perekrutan direncanakan diumumkan pada 8 Februari 2019 akan datang, dimana BKPSDM Kabupaten Belitung Timur berencana merekrut pegawai tenaga honorer 2 (K2) yang ada di Belitung Timur menjadi P3K, yang mana formasi yang diajukan akan disampaikan Kamis (7/2).

Hal tersebut di sampaikan Kepala BKPSDM Belitung Timur, Yuspian ketika ditemui posbelitung dikantornya.

"Rencana perekrutan akan diumumkan pada (8/2), cuma sebelum diumumkan kami harus memastikan data base terlebih dahulu. Karena ditahap pertama ini hanya untuk K2, nah data base K2 ini sumbernya dari BKN atau dari pusat, itu untuk Pertanian, kesehatan dan pendidikan," jelas Yuspian, Rabu (6/2/2019).

Yuspian menjelaskan untuk Dinas Kesehatan, BKPSDM sudah melakukan klarifikasi dan ternyata tidak ada ditemukan pegawai K2 lagi.

Sedang di Dinas Pendidikan menurut data base BKN disebutkan ada 16 karyawan K2.

"Cuman 16 orang ini dimana orangnya, siapa-siapa saja, kami sudah mengakses sistus yang dilamatkan dari dalam surat itu, tapin belum dapat. Jadi kami meminta bantuan dan berkoordinasi kepada dinas teknis, karena data tersebut di Kemendikbud untuk guru berstatus k2, nanti kami juga minta klarifikasi dari dinas tersebut apa yang kami ketahui itu apakah jumlah itu sesuaindengan yang disampaikan BKN, dan apakah nama-nama yang tertera tersebut memang benar ada orangnya," jelas Yuspian.

Terkait data karyawan di Dinas pertanian, Yuspian menjelaskan dari data yang diperoleh dari pusat ada sebanyak 15 pegawai K2, akan tetapi menurut data yang ada di BKPSDM hanya ada 14 pegawai K2.

"Nah ini yang harus kami pastikan terlebih dahulu, artinya dari data base ada karyawan K2, namun faktanya di lapangan tidak ada, jadi harus diklarifikasi benar-benar supaya data yang ada di BKPSDM nantinya bisa terserap maksimal," ujar Yuspian. (Pos Belitung/ Suharli). 

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved