Persediaan BBM Aman, Bongkar Muat dari Kapal Dilakukan Jika Perbaikan Jembatan Emas Belum Rampung

Rapat koordinasi dengan instansi terkait wilayah Provinsi Bangka Belitung, disimpulkan bahwa prediksi perbaikan jembatan akan selesai malam ini

Persediaan BBM Aman, Bongkar Muat dari Kapal Dilakukan Jika Perbaikan Jembatan Emas Belum Rampung
Bangkapos/Yudha Palistian
Tampak Depan Gedung Pertamina TBBM Pangkal Balam. 

POSBELITUNG.CO  -- PT Pertamina (Persero) Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Depot Pangkalbalam melalui Sales Executive Retail, Denny mengatakan saat ini persediaan BBM pasca kerusakan Jembatan Emas masih aman terkendali,  Rabu (6/2/2019).

"Kerusakan Jembatan Emas (Eko Maulana Ali Suroso), jelas mengganggu pendistribusian BBM untuk wilayah Pangkalpinang melalui jalur kapal masuk menuju pelabuhan," ungkapnya.

Tetapi pihaknya juga menegaskan persediaan Bahan Bakar Minyak (BBM)  masih aman sehingga pasokan untuk tiap Stasiun Bahan Bakar Minyak (SPBU) tidak akan mengalami keterlambatan ataupun kehabisan.

Menurutnya dari hasil rapat koordinasi dengan instansi terkait wilayah Provinsi Bangka Belitung,  disimpulkan bahwa prediksi perbaikan jembatan akan selesai pada Rabu (6/2) malam ini.

"Tetapi jika mengalami kemunduran,  pihaknya juga telah menyiapkan solusi STS (Ship to Ship), yakni bongkar muat dari kapal ke kapal, bongkar muat antara kapal ke kapal ini di lakukan di tengah laut kurang lebih dua nanometer (nm) dari pantai," bebernya kepada bangkapos.com.

STS akan diterapkan jika proses perbaikan belum rampung dilakukan, jadi kapal kecil akan mengambil muatan BBM dari kapal besar yang bersandar agak jauh dari pelabuhan.

"Solusi ini pun sudah kami utarakan kepada instansi terkait, ketika melakukan rapat koordinasi pada senin (4/2) lalu," katanya.

Denny membeberkan normalnya dalam sebulan setiap kapal yang masuk ada 16 hingga 20 kapal yang berlabuh yang berasal dari Jakarta, Palembang dan Kepulauan Riau.

"Total pendistribusian BBM wilayah Bangka sebanyak 1.200 Kilolitter perhari dengan jenis Premium,  Pertalite,  Pertamax,  Dexlite, serta Biosolar untuk 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), dan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS)," ungkapnya.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved