HET Gas Elpiji Subsidi Belum Ditetapkan, Pemda Belitung Tunggu Hasil Survey Perhitungan

Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji ukuran 3 kilogram (Kg) hingga, kamis (7/2) belum ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung.

HET Gas Elpiji Subsidi Belum Ditetapkan, Pemda Belitung Tunggu Hasil Survey Perhitungan
Dokumen Pos Belitung
Gas Elpiji 3 Kg 

BANGKAPOS.COM  - Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Elpiji ukuran 3 kilogram (Kg) hingga, kamis (7/2) belum ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung. Sedangkan di Pulau Bangka untuk HET sudah ditetapkan sejak lama dengan HET Rp 15.900,- per tabung 3 Kg. Gas Elpiji 3 Kg tersebut merupakan subsidi pemerintah.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung M Iqbal mengatakan, untuk menetapkan HET tersebut mereka sebelumnya sudah melakukan rapat. Sekarang ini sedang dalam proses penetapan, lantaran harus dilakukan pengkajian terlebih dahulu.

"Nah sekarang rekan-rekan Belitung Timur masih di Jakarta mempertanyakan soal ini. Jadi kemarin ada surat dari Kementerian ESDM untuk Provinsi sebetulnya, tapi pembahasan itu karena Belitung dan Belitung Timur ini satu daratan," kata Iqbal kepada Pos Belitung, kamis (7/2).

Kata Iqbal, belum bisa memastikan HET tersebut mengikuti ketetapan di Pulau Bangka atau tidak. Lantaran sejauh ini mereka masih menunggu hasil survey yang dilakukan oleh tim.

"Kami masih menunggu hasil survey itu juga, kalau sudah di survey mungkin sudah bisa ditetapkan. Kalau untuk konsep sudah ada di kami, ya mungkin minggu depan sudah ada keputusan," ujarnya.

Informasi dilapangan, untuk harga Gas Elpiji berukuran 3 Kg tersebut kini dijual oleh agen di Kabupaten Belitung Rp 25.000,- per tabung. Pembelian Gas elpiji ini, sama seperti pembelian Gas Elpiji lainnya yaitu ditukar dengan tabung Gas elpiji milik pembeli.

Permasalahan yang dihadapi di Belitung, hingga kini belum terdapat Stasiun Pengisian Gas Elpiji. Sehingga pengisian Gas tersebut harus dilakukan di Pulau Bangka.

"Itu kemarin di dalam SK Gubernur memberikan mandat kepada Bupati, agar harga kelebihan di distriburot atau agen per Kg. Karena Belitung tidak ada stasiun pengisian Gas, dan yang Stasiun di Pangkalpinang tidak diberikan tambahan untuk itu," kata Kabag Hukum Setda Belitung Imam Fadli kepada Pos Belitung.

Tentunya, kata Imam, saat ini masih dalam pembahasan. Terutama tentang titik hitung dari stasiun pengisian Gas Elpiji di Pangkalpinang. Sebab SK Gubernur tersebut semula, hanya mengatur tentang batasan pengiriman di wilayah daratan.

"Sedangkan Belitung dari Pangkalpinang harus melewati laut. Ini kemarin yang menjadi pembahasan, karena di Bangka ada hitungan perkilometer di daratan, dan alternatif kemarin khusus Belitung ada hitungan permill laut itu berapa, istilah nya ongkos pengiriman nya. Jadi ada perhitungan komponen beban," bebernya.

Sehingga, kata Imam, ketika sudah ada hitungan angka idelnya, HET Gas Elpiji subsidi tersebut bisa dipertanggung jawabkan kepada konsumen. Namun itu juga tidak terlepas dari hasil koordinasi dengan Belitung Timur, lantaran masih dalam satu daratan.

"Jangan sampai berbeda nanti. Yang penting ada ongkos angkut dari Pangkalpinang ke Belitung, karena berdasarkan SK Gubernur harga di tempat pengisian Rp 15.900,-. Jadi kalau di Belitung kemungkinan lebih dari Rp 15.900,- itu dan yang menetapkan HET ini nanti pak Bupati mengacu, terkait dengan standar beban," pungkasnya. 

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved