Berita Unik

Keunikan Pasar Papringan Temanggung, Transaksi Hanya Boleh Pakai Uang Bambu

Sebuah desa yang terbilang sepi mendadak ramai didatangi oleh pengunjung dari luar desa, bahkan dari luar Indonesia, kok bisa?

Keunikan Pasar Papringan Temanggung, Transaksi Hanya Boleh Pakai Uang Bambu
Kompas.com
Pasar Papringan di Temanggung, Jawa Tengah. 

POSBELITUNG.CO - Sebuah desa yang terbilang sepi mendadak ramai didatangi oleh pengunjung dari luar desa, bahkan dari luar Indonesia, kok bisa?

Desa ini ternyata mempunyai pasar yang tidak biasa, beraneka ragam makanan tradisional Jawa dijajakan di tempat ini, ada permainan anak dan juga ada pentas kesenian yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Untuk bertransaksi di pasar ini, para pembeli tidak menggunakan mata uang rupiah secara langsung.

Hal inilah yang menjadi salah satu keunikan dari pasar ini. Pasar ini bernama Pasar Papringan, terletak di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Pasar Papringan hanya buka setiap Minggu Wage dan Minggu Pon mulai pukul 6 pagi hingga barang yang diperdagangkan habis.

Namun bila Anda ingin berkunjung ke sana, saya sarankan jangan terlalu siang, karena jam 10 ke atas hampir semua makanan habis.

Pada pintu masuk pasar terdapat panitia yang melayani penukaran mata uang rupiah menjadi "Uang Pring".

Uang Pring atau uang yang terbuat dari bambu inilah yang nantinya digunakan untuk bertransaksi.

Bu Ela, selaku Koordinator Keuangan memberikan sedikit informasi bahwa di Pasar Papringan ini terdapat banyak jenis makanan tradisional.

"Ada sekitar 140 jenis makanan yang dijual di Pasar Papringan," katanya.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved