Tohir Sudah 4 Hari Menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam, Dapur Mulai Terancam Tak Mengepul

Tohir bersama ratusan teman lainnya mendesak pemerintah dan pihak terkait agar segera memperbaiki jembatan EMAS

Tohir Sudah 4 Hari Menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam, Dapur Mulai Terancam Tak Mengepul
Dokumen Bangka Pos
Ilustrasi: Jembatan Emas jadi alternatif bagi warga untuk berlibur. 

POSBELITUNG.CO  - Supir Lintas Bangka Belitung-Jakarta, Tohir mengaku sudah tiga empat hari menunggu di Pelabuhan Pangkalbalam lantaran kapal yang ditumpanginya menuju Jakarta tidak bisa melintas dikarenakan rusaknya Jembatan Eko Maulana Ali Suroso (EMAS).

Tohir bersama ratusan teman lainnya mendesak pemerintah dan pihak terkait agar  segera memperbaiki jembatan EMAS sehingga tidak bisa mengganggu lalu lintas kapal, khususnya yang membawa kendaraan.

"Seharusnya saya berangkat Minggu malam naik kapal Roro, mobil sudah masuk kapal tapi karena enggak bisa lewat kapalnya jembatan EMAS enggak posisi naik, saya keluarkan lagi mobil. Ini sudah hari keempat, seharusnya saya sudah dapat dua rit," kata Tohir saat aksi damai bersama ratusan rekan-rejan lainnya di depan Kantor KSOP Pangkalbalam, Kamis (7/2/2019) petang.

Ia menyebutkan, tak hanya kerugian materi yang dialaminya akibat rusaknya jembatan EMAS ini, namun juga dapurnya terancam tak ngebul, belum lagi waktu yang terbuang sia-sia selama menunggu.

"Dapur juga terancam dak berasap, karena kan ini mata pencaharian kami. Saya keluarkan mobil dari kapal," katanya yang membawa barang rongsokan menuju Jakarta.

Tohir bersama rekannya saat melakukan aksi damai di depan Kantor KSOP Pangkalbalam, Kamis (7/2/2019)petang.
Tohir bersama rekannya saat melakukan aksi damai di depan Kantor KSOP Pangkalbalam, Kamis (7/2/2019)petang. (Bangka Pos/Krisyanidayati)

Hal senada juga diamini Agus yang berangkat pada Senin Malam, juga harus menunggu berhari-hari lantaran jembatan EMAS yang rusak.

Tohir bersama rekannya saat melakukan aksi damai di depan Kantor KSOP Pangkalbalam, Kamis (7/2/2019)petang. (Bangka Pos/Krisyanidayati.)
"Saya rugi waktu, rugi bawaan, rugi materi uang makan, hitung saja satu hari bisa Rp 100 ribu untuk makan saja, dapur juga sudah akan habis isinya. Kami minta gimana caranya kapal ini bisa segera melintas," sebutnya.

Diketahui, Jembatan EMAS mengalami kerusakan mekanik hidrolik sehingga tidak bisa mengangkat sejak Minggu (3/2/2019) malam lalu. Hingga Kamis pagi jembatan ini juga bisa belum bisa diangkat. (BANGKAPOS.COM/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved