Tembok Besar Ming di China Ternyata Mengandung Campuran Beras Ketan, Lebih Kuat dan Tahan Air

Tak hanya tembok raksasa China, Negeri Tirai Bambu ternyata punya tembok besar lain yang tak kalah menarik perhatian.

Tembok Besar Ming di China Ternyata Mengandung Campuran Beras Ketan, Lebih Kuat dan Tahan Air
Wikimedia
Tembok Besar Ming. 

POSBELITUNG.CO - Tak hanya tembok raksasa China, Negeri Tirai Bambu ternyata punya tembok besar lain yang tak kalah menarik perhatian.

Salah satu Tembok Kota berusia 600 tahun atau biasa dikenal "Tembok Besar Ming" di Nanjing masih berdiri kokoh dan bisa dinikmati keindahannya.

Tapi siapa sangka, Tembok Kota tersebut ternyata mengandung campuran jeruk nipis dan sup ketan di dalamnya.

Dan hal inilah yang dipercaya membuat tembok itu masih tegak berdiri.

Beras ketan menjadi salah satu bahan rahasia di balik kokohnya tembok kuno tersebut.

Dilansir dari Suar, beras ketan merupakan inovasi dari bahan konstruksi terbesar dalam sejarah yang dikembangkan sekitar 1.500 tahun yang lalu.

Dalam kasus pada Tembok Besar Ming, peneliti melihat adanya amylopectin atau sejenis karbohidrat yang terkandung dalam beras pada tembok kuno itu.

Tembok itu dibangun pada masa Dinasti Ming (1368–1644), per studi yang dipimpin oleh Dr. Zhang Bingjian dari Universitas Zhejiang di China.

Direktur Institut Kimia Fisik Universitas Zhejiang, Dr. Zhang menjelaskan, adanya bahan komposit organik khusus pada Tembok Besar Ming.

"Studi analitik menunjukkan bahwa mortar (campuran dari semen, pasir dan batu kapur) pada bata kuno adalah sejenis bahan komposit organik-anorganik khusus," jelasnya.

"Komponen anorganik adalah kalsium karbonat, dan komponen organiknya adalah amilopektin, yang berasal dari sup ketan yang ditambahkan ke mortar," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved