6 Pelaku Usaha Pangan Belitung Urus POM MD

Kini ada 6 pelaku usaha yang mengajukan dan sedang proses mendapatkan izin MD pada industri pangan olahan.

6 Pelaku Usaha Pangan Belitung Urus POM MD
Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Kepala Loka POM Belitung Iswadi saat ditemui posbelitung.co, Senin (11/2/2019). 

POSBELITUNG.CO  - Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Belitung Iswadi mengatakan kini ada 6 pelaku usaha yang mengajukan dan sedang proses mendapatkan izin MD pada industri pangan olahan. Kebanyakan pangan yang sedang diproses ini terutama kepiting isi dan pempek yang termasuk pangan olahan beku (frozen food)

Dijelaskannya, izin MD ini harus dilakukan pelaku usaha yang memiliki produk pangan yang berisiko tinggi seperti makanan beku yang dikemas, makanan kaleng, minuman beralkohol, makanan wajib SNI, dan makanan pendamping ASI. Hal ini didasarkan pada peraturan pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2004 tentang keamanan, mutu, dan gizi pangan, ada tiga kategori pangan yakni pangan segar, pangan siap saji, dan pangan olahan.

"Pangan olahan ada dua, yang pertama yang risiko tidak tinggi karena pengolahan manual, itu dapat mengurus izin industri rumah tangga pangan atau (PIRT) melalui dinas terkait, sedangkan pangan berisiko tinggi dikemas dan membutuhkan perlakuan khusus harus mengurus izin MD," kata Iswadi saat ditemui posbelitung.co di Loka POM, Tanjungpandan, Senin (11/2/2019).

"Semua produk yang wajib MD tidak boleh IRTP (industri rumah tangga pangan), cuma semua
produk IRTP kalau mau menaikkan produknya menjadi MD malah lebih bagus," imbuhnya.

Loka POM pun terus berupaya meningkatkan daya saing UMKM dengan mendorong pelaku-pelaku usaha agar mendaftarkan MD. Menurutnya, produk-produk MD di Belitung maupun Belitung Timur setelah di data cukup banyak sehingga sosialisasikan pada 2018 lalu ada sekitar 20 UMKM dilatih sehingga mudah dalam pengurusan izin MD.

Lebih lanjut, kata Iswadi pengurusan izin tersebut juga semakin dipermudah. Kalau dulu, industri pangan biasanya wajib memiliki izin usaha industri atau minimal memiliki tanda daftar industri (TDI). Sekarang cukup surat keterangan dari lurah atau camat pengurusan izin sudah bisa dilakukan.

Kemudian pelaku usaha juga dipermudah karena badan pengawas obat dan makanan (BPOM) akan mengambil sampel menguji mikrobiologi dan logam berat secara gratis, sehingga pelaku usaha hanya perlu membayar PNBP (penerimaan negara bukan pajak) dan diskon 50% untuk setiap item yang diurus perizinannya. Pendaftaran pun dilakukan secara online atau daring (dalam jaringan).

"Pelaku usaha ingin mendapatkan izin MD, pertama minta konsultasi ke kantor Loka POM. Kami akan bantu itu secara gratis, bagusnya kalau dari awal pengajuan didampingi agar memenuhi syarat lebih mudah, terutama terkait dengan denah bangunan" jelasnya.(POSBELITUNG.CO/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved