Pemdes Perpat Belitung Garap Wisata Air Terjun Gunung Kubing dan Goa Nek Santen

Desa Perpat Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung memiliki destinasi unggulan, yakni Air Terjun Gunung Kubing dan Goa Nek Santen.

Pemdes Perpat Belitung Garap Wisata Air Terjun Gunung Kubing dan Goa Nek Santen
Dok. Pemdes Perpat
Air Terjun Gunung Kubing : 7 saung, kantin, dan kamar mandi. 

POSBELITUNG.CO - Memiliki potensi alam yang menakjubkan, membuat pemerintah Desa Perpat kini fokus pada pengembangan sektor pariwisata.

Apalagi desa di Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung ini memiliki dua destinasi unggulan, yakni Air Terjun Gunung Kubing dan Goa Nek Santen.

“Mulai dari beberapa tahun lalu, kami mulai merintis dengan menyisihkan dana desa untuk membangun akses ke lokasi wisata agar wisatawan lebih mudah,” ujar Kepala Desa Perpat Sukri, Senin (18/2).

Secara perlahan kedua lokasi ini terus diupayakan agar mampu berkembang dan menjadi pilihan bagi wisatawan yang datang ke Belitung. Pembangunan di kedua lokasi ini pun mulai dirintis.

Air Terjun Gunung Kubing misalnya. Di lokasi wisata yang berjarak tempuh sekitar satu jam dari Tanjungpandan ini telah dilengkapi tujuh saung, kantin, dan kamar mandi.

Meski jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer terbilang belum terlalu baik, namun tak mengurangi keindahan potensi alamnya.

Air terjun mengalir deras melewati bebatuan bebatuan. Jalan menuju puncak pun sudah dipasang anak tangga sehingga memudahkan saat menanjak. Ditambah barisan pepohonan membuat suasana asri dan sejuk.

“Saat terbaik mengunjungi lokasi ini memang saat musim penghujan. Sebab air terjun akan mengalir deras,” ucap Sukri.

Lokasi wisata yang dikelola Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) ini perlahan mulai ramai dikunjungi wisatawan. Seperti disampaikan anggota LPHD Susanto, beberapa wisatawan mancanegara pun pernah datang.

Goa Nek Santen : 2 saung, 200 anak tangga
Goa Nek Santen : 2 saung, 200 anak tangga (Dok. Pemdes Perpat)

Begitu juga Goa Nek Santen. Wisata gua ini sudah terdapat fasilitas dua saung serta lebih dari 200 anak tangga.

Gua yang didiami ribuan ekor kelelawar ini pun terus dikembangkan agar potensinya dapat dikenal lebih luas.

Bersama kelompok masyarakat, pemerintah desa terus berupaya mengembangkan destinasi sehingga pariwisata dapat menjadi sumber ekonomi baru.

Selain itu sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah daerah Kabupaten Belitung dalam mewujudkan program “one village one destination” (satu desa stu destinasi). (Pos Belitung/adv/q2)

Editor: fitriadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved