Berita Bangka Tengah

Terancam Utang dan Sakit, Liau Che Ching Warga Trubus Putuskan Bunuh Diri

Kejadian ini pertama kali dilihat oleh istri korban Ani (36), yang saat itu melihat suaminya tergantung dengan leher terlilit di kediamannya.

Terancam Utang dan Sakit, Liau Che Ching Warga Trubus Putuskan Bunuh Diri
ist/Polsek Lubuk Besar
Kasus bunuh diri di Kabupaten Bangka Tengah terjadi di desa Trubus Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (7/3/2019) pukul 11.12 WIB. 

POSBELITUNG.CO -- Kembali terjadi kasus bunuh diri di Kabupaten Bangka Tengah, kali ini terjadi di desa Trubus Kecamatan Lubuk Besar Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis (7/3/2019) pukul 11.12 WIB.

Warga tersebut bernama Liau Che Ching alias Mupet (47) warga Desa Trubus yang bekerja sebagai seorang petani, ia harus mengakhiri hidupnya diduga karena depresi himpitan utang dan sakit yang diderita.

Kejadian gantung diri, pertama kali dilihat oleh istri korban Ani (36), yang saat itu melihat suaminya tergantung dengan leher terlilit di kediamannya.

Kapolsek Lubuk Besar, Ipda Samsul Bayumi, menerangkan kejadian berawal diketahui oleh istri korban, yang pulang kerumah melihat ada genang air berwarna hijau tercecer di lantai dapur yang diduga racun merk ridatop.

Kecurigaan itu memuncak, sang istri yang penasaran lalu melihat ke samping rumah, seketika ia terkejut melihat suaminya telah tergantung dengan tali.

"Istri yang pertama kali melihat, Ia terkejut ketika suaminya telah tergantung menggunakan tali kabel digital yang berada di atas kayu kuset dan dibawanya terdapat kursi plastik untuk pijakan,"jelas Kapolsek kepada wartawan, Kamis (7/3/2019).

Melihat kejadian itu, sambung Kapolsek istrinya menangis histeris dan seketika berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Teriakan Ani membuat warga yang mendengarnya ramai berbondong bondong mendatangi rumah korban.

"Ia bunuh diri diduga awalnya meminum racun ridatop, lalu dugaan lain ia melukai diri dengan menusuk perutnya kemudian mengantung diri dengan menggunakan tali kabel yang terdapat di kayu kusen serta kursi plastik dibawahnya sebagai pijakannya karena dilihat terdapat kotoran yang tercecer di lantai pintu tengah,"lanjutnya

Selain itu, sambung Kapolsek berdasarkan keterangan istri Mupet, suaminya tersebut sudah beberapa minggu mengeluhkan sakit yang tak kunjung sembuh.

"Ia mengelukan sakit batuk dan sakit pada bagian perutnya yang tidak sembuh sembuh, selain itu ada persoalan lainya ia ada utang sehingga tergadainya rumah ke pihak Bank,"ungkapnya

Dari kejadian bunuh diri ini, sambungnya, anggota Polsek telah mengambil keterangan dan melakukan olah TKP. Hasilnya terdapat luka di perutn akibat benda tajam, diduga benda tajam tersebut berupa pisau dapur dan di dapatkan pula cairan warna hijau, yang diduga cairan racun dari ridotoper tercecer dilantai rumah.

"Hasil visum sementara adanya luka tusukan diperutnya akibat benda tajam, keluar cairan racun dimulutnya, ini murni bunuh diri, karena terdapat kotoran keluar dari duburnya dan cairan sperma.

Analisa dokter bahwa Mupet, meminum racu telebih dahulu kemudian melukai perutnya dengan cara menusuk dengan menggunakan pisau yang terdapat cairan racun warna hijau kemudian langsung menggantungkan diri dengan menggunakan tali kabel digital,

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved