Berita Bangka Tengah

Wisata Hutan Mangrove Kurau Timur, Nikmati Sensasi Beri Makan Monyet Seperti di Monkey Forest Bali

Setelah ada wisata Mangrove di Desa Kurau Barat, kembali muncul wisata hutan Mangrove di Desa Kurau Timur, berdekatan dengan sungai Kurau

Wisata Hutan Mangrove Kurau Timur, Nikmati Sensasi Beri Makan Monyet Seperti di Monkey Forest Bali
bangkapos/Riki
Wisata Hutan Mangrove yang berada di Desa Kurau Timur, Sabtu (9/3/2019). 

POSBELITUNG.CO  -- Tempat wisata baru nampaknya tidak pernah habis di Desa Kurau, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung saat ini.

Setelah ada wisata Mangrove di Desa Kurau Barat, saat ini kembali muncul wisata hutan Mangrove di Desa Kurau Timur, berdekatan dengan sungai Kurau, yang membelah Desa ini.

Lokasi wisata hutan mangrove di desa Kurau Timur sangat dekat jaraknya, bila sudah berada di Desa Kurau Timur, langsung saja jalan ke arah gedung Cold Storage yang baru saja di resmikan Bupati Bangka Tengah Ibnu Saleh.

Lokasi wisata Mangrove ini, sama dengan wisata hutan mangrove lainya, kita diajak menyelusuri hutan dengan pijakan jembatan kayu, dengan panjang kurang lebih mencapai 300 meter.

Disepanjang jalan tersebut, pengunjung disuguhkan dengan pemandangan hutan mangrove yang masih alami, serta ada beberapa tulisan dan peninggalan penjajahan Jepang seperti goa yang ada di dalam hutan.

Tetapi ada yang berbeda pada wisata hutan mangrove di Desa Kurau Timur ini, lokasi hutan memiliki area monyet, layaknya seperti Monkey Forest Ubud, yang ada di Bali, dimana pada area ini banyak monyet liar yang bergelantungan di pohon mangrove.

Ketika melewati area ini, monyet ini merespon setiap pengunjung yang ingin berinteraksi, pengunjung juga bisa memberikan makanan dengan bebas kepada monyet tersebut.

Bagi pengunjung yang tidak terbiasa atau takut, tentunya jangan dilakukan, monyet tersebut tidak akan mengganggu, bila para pengunjung tidak meresponnya.

Asnawi Sekdes Desa Kurau Timur, mengatakan wisata ini baru mereka kelola, tujuanya untuk menambah wisata di Desa Kurau, selain ada wisata Pulau Ketawai dan sungai.

"Tempat ini berdasarkan SKnya beridiri tahun 2016, namun geliat pembangunanya pada September 2018, baru enam bulam bulan, didalam wisata ini banyak kita bangun gazebo, mushola, spot mancing, tempat selfi, dan area monyet,"jelas Asnawi kepada wartawan, Sabtu (9/3/2019).

Ia menambahkan konsep kedepan, pihak Desa, akan menyediakan tempat pertemuan, agar bisa dimanfaatkan para pegawai melakukan pertemuan dan hal lainya.

"Konsep kedepan cita cita kami masuk dalam Detail Engineering Design (DED) dan ingin menciptakan hutan mangrove, yang bisa menjadi tempat pertemuan, dilaksanakan pinggiran laut dengan ada restoran siput ,karena kita budayakan perambah apung di sini, yang tersedia bukan ikan mahal, tetapi seperti semilang, bedukang, dan kepiting, biasa di konsumsi warga,"jelasnya.

Pembangunan wisata ini diharapkan bisa berkembang pesat, selain gotong royong, mereka saat ini terus berusaha mengembangkan dengan bantuan anggaran daru APBDes dan APBD Kabupaten.

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved