Asosiasi Game Indonesia Sharing Tantang Industri Game di Indonesia

Asosiasi Game Indonesia (AGI) menilai budaya sharing alias saling berbagi kemampuan antar pengguna turut membantu pertumbuhan game lokal di Indonesia

Asosiasi Game Indonesia Sharing Tantang Industri Game di Indonesia
istimewa
Kini Kisah populer remaja 

POSBELITUNG.CO  - Asosiasi Game Indonesia (AGI) menilai budaya sharing alias saling berbagi kemampuan antar pengguna turut membantu pertumbuhan game lokal di Indonesia. Misal, para pengembang game lokal yang memiliki kompetensi tertentu dengan senang hati membantu para pengembang game lokal lainnya yang sedang mengalami kesulitan.

"Intinya saling berbagi ilmu dan menyebarkan informasi mengenai game lokal kepada khalayak," kata Ketua AGI Narendra Wicaksono.

Narendra menyebut tantangan lain bagi pengembang game lokal adalah jumlah talent berkualitas dan investasi yang masih sedikit serta beberapa regulasi developer kit masih belum secara mudah didapatkan di Indonesia.

Banyak game studio yang memiliki potensi untuk berkembang dan melahirkan game dengan kualitas yang sangat tinggi.

Tiga di antaranya adalah Agate, Digital Happiness dan Toge Productions. Untuk console dan PC, Narendra memang masih memiliki tantangan untuk merebut pasar yang telah didominasi pengembang game luar.

"Beberapa waktu terakhir kelas game indie studio di Indonesia cukup memiliki pasar tersendiri. Pengembang game lokal juga mesti rajin mengikuti event internasional dan bekerjasama dengan publisher global untuk membantu memasarkan produk Indonesia," ucap Narendra.

Berdasarkan data Newzoo, industri game di Indonesia bernilai 882 juta dolar AS pada 2017, naik sekira 200 juta dolar AS dibandingkan tahun 2016.

Hal ini membuat game Indonesia bertengger di posisi 17 terbesar di dunia dengan capaian 44 juta gamer.

AGI secara rutin memasarkan produk baik ke pasar lokal maupun internasional untuk mendukung industri game lokal.

Di ranah lokal, AGI bekerjasama dengan Bekraf dan Idea Networks menghadirkan Bekraf Game Prime yang melibatkan lima puluh game studio lokal.

Sedangkan untuk pasar internasional, AGI bekerja sama dengan Bekraf melibatkan sepuluh game studio lokal yang mengikuti game event global seperti Tokyo Game Show dan Game Connection.

Chief Marketing Officer Agate, Shieny Aprilia mengatakan saat ini Agate masih optimis bergerak di pasar mobile smartphone untuk merangkul pasar usia 18-35 tahun dan terus berupaya menyasar game console dan PC.

"Kami memiliki divisi khusus untuk console dan PC. Akhir tahun kemarin merilis game Valthirian Arc Hero School Story yang penjualannya cukup bagus yaitu lebih dari satu juta dollar hanya dalam waktu tiga bulan. Ini bisa jadi flagship bagi pengembang game lokal Indonesia," pungkas Shieny.

 sumber:  Apa saja Tantangan Pertumbuhan Industri Game Lokal di Indonesia?

Editor: khamelia
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved