Berita Belitung

Terbukti Lakukan Tindak Pidana Pemilu, Dua Caleg Dituntut Satu Bulan Penjara dan Denda Rp 2,5 Juta

Pada bungkus ‎gula pasir ditempel kartu nama dari kedua terdakwa yang merupakan caleg DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

Terbukti Lakukan Tindak Pidana Pemilu, Dua Caleg Dituntut Satu Bulan Penjara dan Denda Rp 2,5 Juta
Pos Belitung/ Dede Suhendar
Suasana persidangan dugaan tindak pidana pemilu di PN Tanjungpandan, Rabu (13/3/2019). 

POSBELITUNG.CO - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan kembali menggelar persidangan perkara dugaan tindak pidana Pemilu terhadap dua terdakwa Wahyuni dan Azhar yang merupakan calon legesatif dari partai PAN, Rabu (13/3/2019).

Majelis persidangan yang dipimpin langsung Ketua PN Tanjungpandan Hari Suprianto didamping Andi Bayu Mandala dan Reno Ardian Wiguna itu mengagendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Beltim.

‎Dua terdakwa akhirnya dituntut 1 bulan penjara dan denda Rp 2,5 juta subsider 1 bulan penjara karena dianggap melanggar Pasa 523 Ayat 1 juncto Pasal 280 Ayat 1 huruf j Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 junco Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHPidana.

"Intinya perkara ini bukan money politic tapi tindak pidana pemilu. Tuntutan kedua terdakwa ini sama sesuai dakwaan di sidang sebelumnya," ujar JPU Kejari Beltim Zayin kepada posbelitung.co.

Ia menjelaskan dasar pertimbangan JPU dalam memberikan tuntutan mempertimbangkan dari sisi yuridis dan kemanusian.

Menurutnya kedua terdakwa terbukti membagikan sembako sebanyak 30 bungkus berisikan gula pasir 500 gram, satu sachet teh celup dan kopi sachet kopi bubuk.

Namun, pada bungkus ‎gula pasir ditempel kartu nama dari kedua terdakwa yang merupakan caleg DPRD tingkat kabupaten dan provinsi.

‎Sesuai aturan dan perundang-undangan, peserta pemilu diperbolehkan membagikan bahan kampanye yang terdiri dari 12 item dan jika dikonfersi jumlahnya tidak lebih dari Rp 60 ribu.

Lalu, dalam aturan lainnya peserta pemilu tidak diperbolehkan memberi uang atau materi lainnya.

‎"Perkara ini kan cuman sembako yang harganya hanya sekitar Rp 10-15 ribu tapi karena diatur dalam Undang-Undang itu tidak diperbolehkan makanya masuk tindak pidana pemilu," katanya.

Pasca mendengar tuntutan tersebut, dua terdakwa sepakat akan mengajukan permohonan secara tertulis dan akan disampaikan pada persidangan Kamis (14/3/2019).

(Pos Belitung/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved