Pop Meets Pop, Merk Clothing Lokal yang Kini Telah Mendunia

Pop Meets Pop bersama empat merek streetwear lokal lainnya mewakili Indonesia di ajang Agenda Show di Long Beach, Amerika Serikat.

Pop Meets Pop, Merk Clothing Lokal yang Kini Telah Mendunia
KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO
Salah satu koleksi kemeja spring/summer 2019 yang dibawa mereka Pot Meets Pop ke ajang Agenda Show di Long Beach, California, Amerika Serikat. 

“Saya coba bikin merek sendiri, produksi di bokap. Awalnya se-simpel itu,” tutur dia.

Dengan modal Rp 50 juta, ia kemudian membangun merek PMP. Di awal debutnya, PMP meluncurkan empat jins pria dan empat jins perempuan.

PMP terbilang berani, karena saat itu tak ada brand lokal lain yang bermain di jins perempuan.

Sebagai pembeda, pocket jeans bagian belakang dibuat polos. Ini dilakukan agar jins PMP terlihat lebih general.

Selain itu, PMP menggunakan bahan laken yang bisa dibuat berbagai macam warna untuk bagian patch.

“Selama dua tahun awal, patch kita tiap season selalu berganti, colorful banget, bisa merah, orange, dan warna lainnya."

"Identity kita mungkin di situ, selain cutting dan bahannya itu sendiri,” ucap dia.

Dia lalu membawa produknya ke Kuala Lumpur, dan diluncurkan di sana dengan harga berkisar Rp 400.000-500.000.

Penjualan dilakukan secara online melalui blogspot. Ia pun memasukkan produknya ke toko-toko di Malaysia, sekaligus mengembangkan bisnisnya di Tanah Air.

“Setiap bikin produk selalu laku terjual,” ucap dia.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved