Pop Meets Pop, Merk Clothing Lokal yang Kini Telah Mendunia

Pop Meets Pop bersama empat merek streetwear lokal lainnya mewakili Indonesia di ajang Agenda Show di Long Beach, Amerika Serikat.

Pop Meets Pop, Merk Clothing Lokal yang Kini Telah Mendunia
KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO
Salah satu koleksi kemeja spring/summer 2019 yang dibawa mereka Pot Meets Pop ke ajang Agenda Show di Long Beach, California, Amerika Serikat. 

Berbagai inovasi ia lakukan. Seperti di tahun 2011 saat ia mulai menggunakan bahan selvedge denim dari Jepang.

“Salah satu hal spesial dari bahan denim adalah selvedge. Di Asia yang paling bagus (selvedge) dari Jepang,” tuturnya.

Perlahan namun pasti, PMP terus berkembang. Setiap enam bulan, PMP mengeluarkan koleksi baru.

Jika dulu PMP hanya meluncurkan delapan artikel dalam satu koleksi, kini lebih dari 30 artikel dengan harga Rp 200.000-1,3 juta.

“Tim desain ada empat orang, termasuk saya. Mereka semua (tim desain) adalah teman baik saya,” ucap dia.

Pemasaran sendiri tetap dilakukan secara online maupun penjualan di toko.

Owner Pot Meets Pop (PMP) Hendry Sasmitapura mengenakan koleksi PMP yang dibeli jaringan besar ritel fesyen Amerika Serikat, Urban Outfitters.
Owner Pot Meets Pop (PMP) Hendry Sasmitapura mengenakan koleksi PMP yang dibeli jaringan besar ritel fesyen Amerika Serikat, Urban Outfitters. (Dok PMP)

Dua Merek

Seiring berjalannya waktu, produk PMP berkembang ke produk-produk berbahan non-denim. PMP kini memiliki produk kaus, jaket, celana bahan, dan lainnya.

“Tahun ini, brand akan di-split jadi dua sub-brand, PMP Denim khusus untuk produk apapun yang berbahan denim. Kemudian Pot Meets Pop untuk produk-produk di luar denim,” katanya.

Hendry memisahkan merek untuk menyasar segmen yang sedikit berbeda. Sebab ada orang yang denim banget ada juga yang tidak.

Misal, orang yang suka warna-warni, kemungkinan tidak terlalu suka denim yang berat. Namun orang yang denim banget, bisa saja tidak berani pakai produk yang terlalu colorful.

“Tapi secara look, pakain ini tetap menyasar ke laki-laki dewasa,” tuturnya.

Ia pun memiliki impian yang ingin direalisasikan tahun ini. Hendry ingin membuka lagi toko di Jakarta. Namun ia tak ingin terburu-buru.

“Dulu saya pernah punya toko di daerah Kemang, tapi kurang berjalan dengan baik,” ucap dia.

Untuk itu, ia akan lebih teliti dalam memilih lokasi toko yang akan datang. (*)

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.com dengan judul : Bingung Saat Lulus Kuliah, Hendry Kini Bawa Clothing-nya Mendunia

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved