Berita Belitung

Biasa Jadi Petugas Lipat di KPU, Ani Warga Desa Padang Cerita Perbedaan Kertas Surat Suara Pemilu

Ani adalah seorang merupakan petugas lipat sortir surat suara tidak pernah absen melipat kertas suara sejak 2005 lalu.

Biasa Jadi Petugas Lipat di KPU, Ani Warga Desa Padang Cerita Perbedaan Kertas Surat Suara Pemilu
posbelitung/suharli
Suasana pelipatan kertas surat suara di Gudang Logistik KPU Belitung Timur. Senin, (25/3/2019) 

POSBELITUNG.CO - Ani warga Desa Padang selalu menunggu momen Pemilu dan Pilkada. Ani mengatakan momen melipat kertas suara ini jarang terjadi, selain bisa menambah pemasukan ia juga mendapatkan teman baru.

Ani adalah seorang merupakan petugas lipat sortir surat suara tidak pernah absen melipat kertas suara sejak 2005 lalu.

Ani mengaku selalu mendapat informasi rekrutmen petugas Sortir dan lipat kertas dari KPU Belitung Timur dan tidak pernah ketinggalan.

"Kalau pribadi saya, kalau momen seperti ini selalu ditunggu, karena nilai rupiahnya juga lumayan, untuk tambahan," ujar Ani kepada posbelitung.co, Senin, (25/3/2019).

Tangan Ani pun tampak cekatan saat melakukan proses lipat surat suara karena sudah terbiasa.

"Dari awal Belitung Timur mulai Pilkada sendiri, sekitar tahun 2005, setiap ada kegiatan (melipat kertas suara) seperti ini pasti dihubungi KPU Beltim, pemilu presiden, DPR, kepala daerah pasti ikut," ujar Ani.

Saat ditanya terkait kendala saat melakukan pelipatan kertas surat suara, Ani mengaku kertas surat suara kali ini agak lebih panjang.

"Kendala si paling kertas ukuran agak lebih panjang, dan kertas lebih tebal, jadi untuk lebih rapi agak lamban, dak seperti dulu, kalau dulu kan lebih cepat, itu saja si kendalanya gak terlalu sulit amat," ujar Ani.

Ani mengatakan setiap hari dari per kelompok bisa melipat sampai tiga ribu kertas surat suara.

"Tergantung kotaknya ya, kalau satu kotak isi 1.000 kertas surat suara, bisa selesai tiga kotak sekitar 2.500-3.000 surat suara, karena satu regu kan 10 orang," ujar Ani.

Ani yang juga seorang karyawati ekpedisi mengaku dari hasil melipat surat suara ia bisa mengantongi Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta setelah pekerjaannya selesai., 

"Tergantung surat suaranya, tapi paling banyak waktu pemilu DPR karena surat suaranya banyak, bisa sampai Rp satu jutaan, ya lumayan lah," ujar Ani.

(Pos Belitung/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved