Media Sosial Penyebab Terbesar Perceraian di Belitung

Pengadilan Agama Tanjungpandan, sudah menangani 3.468 perkara perceraian pada tahun 2018.

Media Sosial Penyebab Terbesar Perceraian di Belitung
(Posbelitung/Yuranda/R6)
Suasana di Ruang Tunggu Pengadilan Agama Tanjungpandan, Senin (25/3/2019) 

POSBELITUNG.CO -- Pengadilan Agama Tanjungpandan, sudah menangani 3.468 perkara perceraian pada tahun 2018. Sebagian perkara yang dipicu oleh media sosial (medsos) yang berujung pada kasus perselingkuhan.

Berdasarkan data yang dimiliki Pengadilan Agama Tanjungpandan, perkara yang ditanda tangani pada tahun 2018 terdapat 3.471 Perkara. Sedangkan untuk perkara cerai gugat 675 perkara dan cerai talak 201 perkara. Untuk dua perceraian itu sendiri mencapai 876 kasus.

Panitra Pengadilan Agama Tanjungpandan Zainal Abidin mengatakan, permasalahan yang terjadi sekarang adalah mudah terpengaruh oleh media sosial, sehingga menyebabkan terjadinya pihak ketiga (perselingkuhan).

Ia menyarankan untuk pasangan suami istri jangan cepat mengambil keputusan, jika ada masalah sedikit jangan langsung mengadu ke pengadilan, jadi pentingnya peran dari tokoh masyarakat untuk menjembatani permasalahan tersebut.

"Peran agama juga sangat penting semangkin kuat agama, maka semangkin kuat pula pondasi rumah tangganya, sehingga tidak terpengaruhi oleh media sosial itu sendiri," Katanya Kepada Posbelitung, Senin(25/3/2019).

Zainal menyesalkan, ada berberapa faktor yang menyebabkan perceraian terjadi, yakni pertama mental terlalu rapuh, yang kedua faktor ekonomi, ketiga karena pihak ketiga (perselingkuhan), keempat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Ada beberapa faktor kekerasan dalam rumah tangga yakni faktor fisik dan penelantaran

"Kekerasaan dalam rumah tangga ada berberapa karakteristik, salah satu yang terbanyak terjadi bukan dari faktor fisik, tetapi dalam faktor penelantaran. Jadi ketika sudah bosan dia (salah satu pasangan) pergi begitu saja," ujarnya.

Zainal mengatakan, dominan yang terjadi dalam kasus perceraian yakni cerai gugat (pihak istri yang mengajukan). Artinya yang bermasalah dari pihak suaminya, kalau cerai talak (pihak suami yang mengajukan) artinya yang bermasalah adalah pihak istri.

Disamping itu Zainal menambahkan, persoalan ekonomi juga menjadi pemicu perceraian di Kota Tanjungpandan Kabupaten Belitung.

Halaman
12
Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved