Indonesia Kini Jadi Pemasok Tuna Terbesar Dunia, Berkat Aksi Tenggelamkan Ratusan Kapal Ilegal

Upaya Menteri Kelautan dan Perikanan menenggelamkan kapal-kapal asing pencari ikan ilegal di laut Nusantara memberikan berbagai dampak positif

Indonesia Kini Jadi Pemasok Tuna Terbesar Dunia, Berkat Aksi Tenggelamkan Ratusan Kapal Ilegal
humas diskominfo beltim
Menteri Susi saat kunjungan ke Beltim 

Bahari Biru Nusantara dan 20 pemasok ikan asal Indonesia lainnya bahkan berhasil masuk Seafood Expo North America 2019, pameran perdagangan makanan laut terbesar di benua itu.

Dengan berhasilnya Indonesia masuk ke salah satu pameran terbesar, Indonesia mampu menunjukkan visibilitasnya sebagai produsen tuna berkualitas tinggi terbaik dunia, dan untuk memuaskan pelanggan potensialnya.

Upaya Menteri Susi

Tumbuhnya pasokan tuna di Indonesia tak luput dari kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Di bawah pengawasan Susi, ratusan kapal penangkap ikan asing yang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia telah ditenggelamkan.

 Sejumlah warga menyaksikan proses penenggelaman kapal pelaku pencurian ikan KM SINO 26 dan KM SINO 35 di perairan Desa Morela, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, Sabtu (1/4/2017). Proses penenggelaman dipimpin langsung Menteri Kelautan dan Perikanan selaku Komandan Satgas Pemberantasan Pe
Tindakan keras inilah yang telah meningkatkan pasokan ikan Indonesia dan telah meningkatkan reputasi Indonesia yang transparan dan tidak ada toleransi terhadap praktik ilegal.

Indonesia pun telah mengembangkan industri pengolahan yang modern dan efisien untuk mengatasi volume ikan yang ditangkap.

Selain masalah penangkapan ikan ilegal, Menteri Susi juga telah mengatur cara penangkapan ikan yang baik untuk para nelayan.

Nelayan Indonesia dilarang memancing menggunakan pukat harimau sehingga menghilangkan risiko tangkapan yang tidak diinginkan.

Kapal penangkap ikan Indonesia hanya menggunakan jaring besar yang lebih ramah lingkungan.

Halaman
123
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved