Cheng Beng

Cheng Beng, Makna Bersih bagi Warga Tionghoa dan Sesaji yang Tak Harus Mahal

Cheng Beng atau Qing Ming sendiri memiliki makna bersih dan terang dan jatuh pada tiap tanggal 4 April.

Cheng Beng, Makna Bersih bagi Warga Tionghoa dan Sesaji yang Tak Harus Mahal
Bangka Pos/deddy marjaya
Warga keturunan Tionghoa berkumpul melakukan ritual sembahyang kubur atau cheng beng di Pekuburan Kemujan Sungailait Kabupaten Bangka Kamis (5/4/2018). 

POSBELITUNG.CO - Tak lama lagi warga Tionghoa merayakan Cheng Beng.

Cheng Beng atau Qing Ming atau biasa disebut Sembahyang Kubur memiliki makna bersih dan terang dan jatuh pada tanggal 5 April.

Perayaan Cheng Beng di Pulau Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk yang terbesar di Indonesia.

Biasanya, ribuan warga keturunan Tionghoa yang berasal dari Pulau Bangka, maupun yang ada di perantauan di berbagai daerah dan luar negeri seperti Hongkong, Singapura, China, dan Taiwan pulang ke Bangka.

Mereka ramai-ramai mendatangi kuburan orangtua atau leluhurnya untuk melaksanakan ritual Cheng Beng.

Cheng Beng di Bangka pun jadi momen wisata sejarah sekaligus wisata religius.

Pekuburan Sentosa di Jalan Soekarno-Hatta (Jalan Koba) Pangkalpinang merupakan pemakaman warga Tionghoa terbesar di Pulau Bangka. 

Pada saat puncak ritual Cheng Beng, mereka memanjatkan doa kepada leluhur yang meninggal agar mendapat tempat terbaik disisi Sang Pencipta.

Ritual biasanya dimulai sejak pukul 02.30 WIB dini hari, para peziarah mulai berdatangan ke makam sambil membawa sesajian yang telah disiapkan dari rumah diantaranya Sam-sang (tiga jenis daging), Sam kuo (tiga macam buah-buahan) dan Cai choi (makanan vegetarian).

Di makam leluhurnya, masing-masing para peziarah melakukan ritual sembahyang.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved