Hadapi Revolusi Industri 4.0, Indonesia akan Luncurkan Satelit Senilai Rp 22 Triliun

Akses internet kian dibutuhkan masyakarat di tengah era digital atau era revolusi Industri 4.0.

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Indonesia akan Luncurkan Satelit Senilai Rp 22 Triliun
Dok. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin
Dengan Palapa Ring, tak kurang 57 kota dan wilayah terisolir seperti Ranai di Natuna, Sangihe di ujung utara Sulawesi, Rai Juha di Laut Sabu, Alor, Wetar, Saumlaki, Tual, Timika, Nabire, dan puluhan kota lain di Indonesia Timur, tersambungkan jaringan kabel optik. 

POSBELITUNG.CO - Akses internet kian dibutuhkan masyakarat di tengah era digital atau era revolusi Industri 4.0. Tak hanya di kota-kota besar namun juga hingga ke seluruh pelosok negeri.

Namun kondisi geografis Indonesia membuat hal itu tak mudah diwujudkan. Bahkan proyek serat optik Palapa Ring saja tak menjamin semua titik di pelosok negeri bisa mengakses internet.

Oleh karena itu, pemerintah akan meluncurkan satelit yang nilanya ditaksir Rp 22 triliun.

Satelit itu digadang-gadang akan membuat masyarakat di seluruh pelosok negeri bisa mengakses internet berkecepatan tinggi.

Namun masyarakat perlu bersabar karena satelit tesebut baru akan diluncurkan pada akhir 2022 mendatang.

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Kominfo, Anang Latif mengungkapan hal itu dalam acara Danabakti PT SMI 2019 di Ritz Carlton PP, Jakarta, Kamis (28/3/2019).

"Satelit ini nantinya akan menjadi satelit pertama yang dimiliki pemerintah yang dinamakan teknologi terkini High Throughput Satellite (HTS)," ujarnya.

Anang mengatakan, ukuran satelit HTS sepuluh kali lipat dari satelit-satelit swasta saat ini.

Kominfo kata Anang, yakin satelit HTS akan menyelesaikan semua masalah konektivitas untuk 150.000 titik di seluruh Indonesia.

"Satelit ini rencananya akan meluncur karena konstruksinya 3 tahun jadi akhir 2022. ketika satelit di atas, sampai pelosok pun nanti akan tercapai internet kecepatan tinggi," kata dia.

Sambil menunggu satelit HTS, pemerintah menyiapkan alternatif dengan melakukan sewa kapasitas satelit swasta yang ada di atas teritori Indonesia. (*)

Artikel ini telah tayang di KOMPAS.COM dengan judul : RI akan Luncurkan Satelit Senilai Rp 22 Triliun, Untuk Apa?

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved