Berita Pangkalpinang

Harapan Hidup Penduduk Babel Rata-rata 69 Tahun, Usia Perempuan Lebih Panjang Dibandingkan Laki-Laki

Kementerian Kesehatan mencatat usia harapan hidup penduduk Indonesia secara nasional 71,5 tahun.

Harapan Hidup Penduduk Babel Rata-rata 69 Tahun, Usia Perempuan Lebih Panjang Dibandingkan Laki-Laki
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI, Siswanto. 

POSBELITUNG.CO - Usia harapan hidup perempuan lebih lama dibandingkan dengan kaum laki-laki. Kementerian Kesehatan mencatat usia harapan hidup penduduk Indonesia secara nasional 71,5 tahun. Dengan usia harapan hidup laki-laki 69 tahun dan perempuan 71 tahun.

Untuk penduduk Babel, usia harapan hidupnya lebih rendah sedikit dari nasional yakni rata-rata 69 tahun. Untuk usia harapan hidup laki-laki 67 tahun dan perempuan 70 tahun.

Kepala Badan Litbangkes Kemenkes RI, Siswanto mengatakan usia harapan hidup bukan hanya sekedar umur yang panjang. Namun, lebih kepada capaian usia harapan hidup yang panjang dan berkualitas dalam artian selama masa hidupnya tidak sakit-sakitan.

"Secara nasional usia harapan hidup meningkatkan dari 64 menjadi 71 tahun, memang usia harapan hidup perempuan lebih panjang dan lebih lama dibandingkan laki-laki," kata Siswanto saat menghadiri Rakerkesda di Syahid Hotel, Rabu (4/10/2019).

Ia menyebutkan, 70 persen orang meninggal akibat dari penyakit yang tidak menular yang dipengaruhi metabolisme, perilaku dan lingkungan. Sedangkan 30 persennya penyakit tidak menular, kurang gizi dan cidera.

"Ada orang umur 90 tahun, enggak pernah sakit dan meninggal pada saat salat subuh. Bandingkan orang umur 90 tahun tapi 70 tahun kena struk, tambahan umur itu meskipun meninggal umur 90 total halenya cuma nambah 10 tahun. Jadi meningkatkan umur harapan hidup orang tidak sakit-sakitan selama hidup" jelasnya.

Ia membeberkan beberapa penyebab memperpendek usia harapan hidup yang paling tinggi karena sakit stroke dengan faktor resiko hipertensi, kedua, jantung dan diabetes.

"Di Babel hampir sama dengan nasional penyebabnya struk, jantung, diabetes gangguang neonatal, TBC, kecelakaan lalu lintas, gangguan tulang belakang," jelasnya.

Untuk meningkatkan usia harapan hidup dikatakanya perlu dilakukan beberapa langkah, yakni pencegahan penyakit yang tidak menular mulai promotif, preventif, kuratif, rehabilatif, dan paliatif yang berkualitas dan efektif. Menurunkan angka kematian ibu dan kematian anak, menurunkan angka stunting, pengendalian tuberkulosis, dan meningkatkan cakupan imunisasi.

"SDM Indonesia yang berkualitas memiliki umur panjang dan berkualitas tidak ada yang sakit-sakit melalui paradigma sehat (germas dan UKBM), penguatan yankes (PIS-PK, SPM bidang kesehatan, peningkatakn bidang sarpras, akreditasi) dan cakupan JKN," tutupnya.

(Bangka Pos/Krisyanidayati)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved