BREAKING NEWS

Fordas Belitung: Buaya Serang Warga, Alarm Pelampiasan Kemarahan

Kejadian ini bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu ada 4 kejadian, dimana buaya melakukan penyerangan kepada masyarakat yang berada di sekitar

Fordas Belitung: Buaya Serang Warga, Alarm Pelampiasan Kemarahan
Posbelitung/Suharli
Tim pencarian bocah 6 tahun yang diterkam buaya menyusuri kolong lokasi korban AL disambar buaya saat mandi bersama ibunya, Senin (12/4/2019). Pencarian masih berlangsung hingga malam ini. 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG TIMUR - Ketua Fordas Beltim, Koko Haryanto, angkat bicara soal musibah hilangnya bocah berumur 6 tahun dimangsa oleh buaya.

Menurut koko Kejadian ini bukan yang pertama kali. Beberapa waktu lalu ada 4 kejadian, dimana buaya melakukan penyerangan kepada masyarakat yang berada di sekitar sungai.

"Saya selaku ketua Fordas Meminta institusi terkait agar melakukan tindakan, karena disinyalir ekosistem DAS sudah sangat rusak. Sungai merupakan habitat berbagai macam makhluk hidup, termasuk buaya," ujarnya kepada posbelitung.co, Senin (12/4/2019).

BREAKING NEWS: Pencarian Bocah 6 Tahun yang Diterkam Buaya Masih Berlangsung hingga Malam Ini

"Jelas sekali di aliran sungai sudah tercemar sedemikian parah, sehingga habitat buaya terganggu, Tidak lain kalau kita lihat hal itu karena maraknya aktivitas TI di sepanjang sungai dan sepadannya," lanjut Koko.

Oleh karena itu kata dia lagi, buaya pun bisa marah bila diganggu tempat tinggalnya.

"Sama seperti kita sebagai manusia yang juga punya tempat tinggal," ucapnya.

Koko berpendapat Pemerintah daerah harus segera turun mengatasi ini dengan berkoordinasi juga dengan kementerian lingkungan hidup.

"Jangan sampai nanti terulang lagi, menimbulkan korban korban," ujarnya.

Koko juga menyampaikan untuk sementara agar masyarakat menjauhi area- area berbahaya di sekitar lokasi sungai yang ada habitat buayanya.

Kata Koko kejadian penyerangan oleh buaya yang berulang ulang ini harus dipahami sebagai alarm bagaimana buaya sedang melampiaskan kemarahannya.

"Dengan demikian apabila penyebabnya tidak ditangani, maka bisa jadi ini menjadi bencana lingkungan yang akan berlarut larut," pungkasnya.

Koko mengimbau masyarakat sudah kehilangan rasa aman.

"Mari bersama sama kita jaga sungai yang di dalamnya ada habitat habitat buaya. Buaya tidak pilah pilih siapa yang dimangsanya, anak kecil yang tidak merusak sungai pun dimangsanya," ujarnya.

(Posbelitung.co/suharli)

Penulis: Suharli
Editor: khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved