Berita Belitung

Ratusan Guru SD dan SMP di Belitung Bakal Pensiun, Pemerintah Daerah akan Berdayakan Guru Honorer

Ratusan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Belitung bakal memasuki masa pensiun.

Ratusan Guru SD dan SMP di Belitung Bakal Pensiun, Pemerintah Daerah akan Berdayakan Guru Honorer
Dokumen Pos Belitung
ilustrasi - Pelantikan pengurus DPC IKA UNY Kabupaten Belitung di Gedung Serbaguna Pemkab Belitung, Sabtu (23/3/2019). 

POSBELITUNG.CO - Ratusan guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Belitung bakal memasuki masa pensiun. Terhitung masa pensiun mereka tahun 2019 ini, dan tahun 2020 mendatang. Terbanyak guru yang masuk persiapan masa pensiun, guru kelas di tingkat SD.

Khusus untuk tahun 2019 ini, terdapat 54 orang guru SD sedang dalam tahap persiapan pensiun, dan 7 orang guru di tingkat SMP. Sedangkan untuk tahun 2020 terdapat 51 orang guru SD yang akan pensiun, serta 7 orang guru di tingkat SMP.

"Kondisi nya memang seperti itu, walau kemarin ada penerimaan CPNS untuk guru banyak, tapi banyak juga yang pensiun tahun ini dan tahun depan (2020). Itu ratusan orang guru," ungkap Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung Paryanta kepada Posbelitung.co, sabtu (13/4/2019).

Ratusan guru pensiun hingga tahun 2020 ini, kata Paryanta sudah diketahui oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) dan mereka sudah berencana untuk mengusulkan kembali, agar ada penerimaan formasi guru, dengan statu Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Berkemungkinan besar kami untuk sementara ini akan berdayakan honorer dulu. Tapi tahun depan, kami mohon benar ada penerimaan CPNS kembali di Kabupaten Belitung. Itu yang pensiun mayoritas banyak guru kelas di tingkat SD," kata dia.

Namun untuk pengangkatan honorer tenaga guru ini, kata Paryanta memang menjadi dilema pemerintah.

Lantaran kemampuan daerah untuk membayar gaji belum bisa secara maksimal melalui APBD Kabupaten Belitung.

Belum lagi, gaji honorer guru tersebut tidak mencapai Upah Minimun Pegawai (UMP). Sehingga masih harus mengandalkan kemampuan keuangan sekolah, seperti uang komite maupun dan BOS.

"Dana Bos saja yang bisa digunakan 15 persen dari anggaran yang ada. Tapi biasa nya untuk hitungan gaji guru ini, mereka pakai per jam mengajar. Makanya dana Bos harus dibantu pula dengan dana komite," ujarnya.

(Pos Belitung/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved